Paguyuban Pasundan Sumut Terbentuk dan Mendukung Pemerintah Daerah

0
1486
IMG-20170910-WA0010

BuktiPers.Com – Medan (Sumut)

Untuk lebih mempererat jalinan silaturahmi, masyarakat Sunda yang berdomisili khususnya di Sumatera Utara, membentuk wadah kekeluargaan tergabung dalam “Paguyuban Pasundan” dan telah menetapkan susunan kepengurusan, Minggu (10/9/2017) kemarin di Vip Room Madani Hotel Medan yang berlangsung dari pukul 13.30 WIB sampai sekira pukul 19.30 WIB, menyusun panitia pelantikan dan membicarakan hal-hal yang dianggap penting pada pelantikan nantinya.

Johny sebagai Ketua Paguyuban Pasundan didampingi beberapa pengurus lainnya mengatakan bahwa Paguyuban Pasundan ini semacam guyub (persatuan) orang Sunda di Sumut untuk bersilaturahmi, serta menghidupkan seni budaya (Paguyuban seni budaya) dan meningkatkan kegiatan positif lainnya dalam menyalurkan kelebihan atau kekuatan-kekuatan orang Sunda seperti di bidang ekonomi, keilmuan pendidikan (dengan banyaknya akedemisi) sehingga dianggap perlu membentuk semacam wadah.

“Paguyuban Pasundan ini semacam guyub (persatuan) orang Sunda di Sumut untuk bersilaturahmi, serta menghidupkan seni budaya (Paguyuban seni budaya) dan meningkatkan kegiatan positif lainnya dalam menyalurkan kelebihan atau kekuatan kekuatan orang Sunda seperti dibidang ekonomi, keilmuan pendidikan (dengan banyaknya akedemisi) sehingga dianggap perlu dibentuk semacam wadah,” ungkap Johny.

Ditambahkannya bahwa wadah-wadah etnis sudah banyak terbentuk bahkan lebih banyak yang mana biasa disebut namanya paguyuban lintas etnis, walaupun namanya berbeda. Misalnya ada suku Minang, ada suku Mandailing, ada suku Jawa, ada Karo dan masih banyak lagi. Johny berharap agar seluruh orang Sunda yang berdomisili di Sumut untuk bergabung ke pagububan pasundan ini.

“Jadi, kepada seluruh orang Sunda yang berdomisili di Sumatera Utara supaya bergabung untuk menjalankan visi dan misi Paguyuban Pasundan karena orang Sunda terkenal dengan nyantrinya, juga dibidang pendidikan. Karena dari beberapa tujuan Paguyuban ini (yang berkantor pusat di Bandung) bahwa meningkatkan ketaqwaan dan mengentaskan kemiskinan”, harap Johny.

Kepada pemerintah daerah juga diharapkan dukungannya kepada Paguyuban Pasundan, agar lebih dapat bersinergis dalam perwujudan program-program yang saling mendukung.

“Tentu kita sebagai warga perantau atau yang dianggap kurang lama masuk ke Sumatera Utara juga memiliki prinsip dimana bumi dipijak disitu bumi dijinjing, jadi tetap akan mendukung pemerintah daerah dan diharapkan pemerintah daerah juga memberikan perhatian serta dukungannya kepada Paguyuban Pasundan yang telah terbentuk,” ungkap Johny mengakhiri. (Edward Banjarnahor/Red)