Pahala Sirait Jelaskan Status Lahan yang Dikelola BPODT Berada di Desa Pardamean Sibisa Bukan Sigapiton

0
415
Pahala Sirait saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan.
Dijual Rumah

Tobasa Samosir, buktipers.com – Tokoh masyarakat desa Pardamean Sibisa, Pahala Sirait, angkat bicara terkait lahan yang kelola pihak Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT).

Dikatakan Pahala Sirait, bahwa lahan yang dikelolah pihak Badan Otorita Danau Toba berada di wiliyah Desa Pardamean Sibisa, bukan milik masyarakat desa Sigapiton.

Hal itu disampaikannya, kepada buktipers.com, di salah satu warung, di jalan lintas Parapat-Balige, Sabtu (28/9/2019), lalu.

Pahala Sirait juga menjelaskan, bahwa tanah yang dikelola Badan Otorita Danau Toba yang diserahkan Menteri Kehutanan, kepada Badan Otorita Danau Toba untuk dijadikan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), dulunya merupakan tanah milik marga Sirait, asal desa Pardamean Sibisa, bukan tanah adat Sigapiton sesuai dokumen yang ada sama mereka.

Pahala juga bisa menunjukkan bukti penyerahan tanah adat Pardamean Sibisa, kepada pemerintah, pada Tahun 1952.

Dalam isi surat tersebut, sebagai pihak yang menyerahkan tanah adalah keturunan marga Sirait. Saat itu, semuanya bertempat tinggal di desa Pardamean Sibisa dan tidak ada satupun dari warga Sigapiton, ujarnya.

“Saya justru bingung melihat warga Sigapiton, unjuk rasa dan mengaku-mengaku sebagai pemilik lahan yang sedang dikelolah BPODT ini,  karena lahan pembukaan akses jalan ini tersebut, terletak di desa Pardamean Sibisa dan sudah diserahkan kepada pihak kehutanan yang selanjutnya diserahkan kepada BPODT untuk dijadikan kawasan wisata terpadu bertaraf internasional. Jadi saya merasa heran atas tuntutan- tuntutan warga Sigapiton selama ini,”kata Pahala Sirait.

“Nah, jika objek tanah tersebut diserahkan marga Sirait yang bertempat tinggal di Desa Pardamean Sibisa kepada pihak kehutanan, pada Tahun 1952 adalah terletak di Desa Pardamean Sibisa, lalu mengapa Desa Sigapiton, mengklaim tanah tersebut milik Paropat Desa Sigapiton ? Tanya Pahala.

Pahala Sirait dengan tegas mengatakan, bahwa lahan tersebut bukan tanah wilayat adat Desa Sigapiton.

“Lahan tersebut sudah diserahkan orang tua Raja Bius Sirait ke pemerintah, semenjak 1952 dilengkapi dengan satu berkas surat tanah,” ungkapnya.

Jadi intinya, status lahan yang terletak di Desa Pardemean yang sudah dikelolah BPODT, bukan tanah wilayat adat Desa Sigapiton dan bukan berlokasi di desa Sigapiton, melainkan berlokasi di desa Pardamean Sibisa, sehingga tidak ada kaitannya dengan desa Sigapiton, ujar Pahala yang mengaku pernah mengelola lahan tersebut selama bertahun-tahun, menjadi lahan pertanian.

Ketika buktipers.com menanyakan tentang, katanya ada makam leluhur mereka di lahan yang sedang dikerjakan BPODT saat ini ?

Pahala dengan tegas membantah kebenaran adanya makam di lahan tersebut, dikarenakan dirinya sudah lama bercocok tanama di lahan yang dimaksud  lewat program Hutan Kemitraan Masyarakat (HKM).

Dan saya sama sekali tidak pernah melihat keberadaan makam disitu dan saya ragu atas kebenaran yang mereka klaim, ada jasad leluhur mereka yang pernah dikubur di sana,”ujarnya.

(Stg)