Pakai Gas Bersubsidi 3 Kg, CV. Lezatku Food Salahi Aturan

0
226
IMG-20180414-WA0056
Loading...

BuktiPers.Com – Pringsewu (Lampung)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Cv.lezatku food yang beralamat dipekon ambarawa barat kadus 3 kec. Ambarawa kabupaten Pringsewu Lampung diduga gunakan gas melon bersubsidi 3 kg.

CV. Lezatku Food yang memproduksi bakso dan naget sudah berdiri sejak lama dengan mempekerjakan kurang lebih 50 orang karyawan dan karyawati dalam menjalani usaha bisnisnya.

Dalam menjalani usaha bahan bakar tabung melon 3 kg bersubsidi yang digunakan keseharian untuk produksi bakso dan naget.

Hasil penelusuran awak media dilokasi CV. Lezatku food, Jumat (13/04/2018) nampak jelas karyawan keluar dari dalam tempat produksi sedang mendorong tabung melon 3 kg yang sudah kosong untuk mengganti yang baru.

Baca Juga!  Jengkol Dari Tapteng Di Minati Pengusaha Jambi

Padahal sudah jelas Tertuang dalam pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi juncto pasal 20 ayat 2 Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG juncto pasal 40 UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 55 UU Migas adalah pidana penjara maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar. Sedangkan ancaman pidana dalam pasal 40 UU UMKM adalah penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Diwaktu yang sama awak media berusaha untuk konfirmasi ke owner CV. Lezatku Food H. Sunarto hampir 2 jam menunggu sang owner namun tak kunjung bisa ditemui dengan alasan ucap salah satu karyawan pak hajinya lagi di sawah.

Baca Juga!  Sidang Pledoi Terdakwa Penganiayaan Di PN Tanjungbalai

“Pak haji lagi di sawah mas, barusan berangkat,” katanya

Saat awak media bertanya kira kira jam berapa pulangnya pak haji (owner)?

“Biasanya sampai magrib, silahkan ditunggu mas,” tegas salah satu karyawan sambil menyodorkan buku tamu. (Nang/Red)

Loading...