Pakai Ijazah SD Diduga Palsu, Oknum Kades di Lahat Jadi Tersangka dan Ditahan

0
1
Muhar, kepala desa di Lahat segera menjalani persidangan dalam kasus penggunaan ijazah SD diduga palsu. (Foto: Balaputera)
Dijual Rumah

Lahat, buktipers.com – Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Muhar (55) ditahan segera menjalani persidangan dalam kasus pengunaan ijazah diduga palsu.

Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat telah melimpahkan berkas dan barang bukti ke Kejari, Kamis (25/11/2021).

Kasus dugaan ijazah palsu ini bergulir sejak 2019 lalu. Bermuara dari laporan masyarakat, Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat melakukan penyelidikan.

Setelah kurang lebih delapan bulan, polisi menemukan alat bukti yang cukup, sehingga Pidsus meningkatkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Setelah didapatkan alat bukti dan pemeriksaan saksi saksi, maka penyidik menetapkan Kepala Desa Sugiwaras, Muhar sebagai tersangka pada November 2020.

“Alhamdulillah, tahun 2021 ini kasusnya dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Lahat,” ucap Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Kurniawi H Burmawi didampingi Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana, Kamis (25/11/2021).

Diungkapkannya, ijazah diduga palsu tersebut terbitan sekolah dasar (SD) yang berada di Lubuklinggau, yang digunakan oleh tersangka untuk mendaftar paket B di tahun 2016. Kemudian ijazah paket B itu digunakan untuk pencalonan pada Pilkades 2019.

Tersangka dijerat Pasal 263 KUHP ayat 3 dan pasal 266 ayat 2 dengan ancaman hukuman 6 sampai 7 tahun.

Muhar diduga telah dengan sengaja menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan.

“Untuk alat bukti yang dilimpahkan adalah ijazah SD diduga palsu oleh tersangka. Palsu itu terdapat pada blangko ijazah,” kata Kasat.

Sementara Kuasa Hukum tersangka, Anisah Maryani mengatakan, Kades Sugiwaras memang sudah dilimpahkan oleh pihak kepolisian ke kejaksaan.

Namun menurutnya, statusnya masih tersangka atau terduga, karena benar atau tidaknya ijazah palsu itu, masih belum dapat dipastikan.

“Kita tetap mengendepankan azas praduga tak bersalah. Karena kalau dilihat (ijazah), nomor seri dan segala macamnya ada itu,” ucap Anisah.

 

Sumber : iNews.id