Pamsimas 2019 Pekon Way Jambu Terkesan Terbengkalai, Fasilitator Akui Ada Kelalaian

0
291
Pamsimas Pekon Way Jambu tahun 2019 yang terkesan terbengkalai karena hingga Pebruari 2020 belum juga selesai. (Foto/Andi).
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun 2019, di Pekon/Desa Way Jambu, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, hingga akhir Pebuari 2020, ternyata belum bermanfaat dan terkesan terbengkalai.

Mangkraknya pembangunan program Pamsimas tersebut, diduga akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait, serta tidak berjalannya apa yang sudah menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Fasilitator Masyarakat (FM).

Sugianto, saat dikonfirmasi wartawan, melalui selulernya, Jumat (28/2/2020), mengakui keterlambatan program nasional itu, ada kelalain dari pihaknya selaku fasilitator. Namun dia membantah tudingan pihak KKM yang menyebut terbengkalainya pekerjaan Pamsimas, disebabkan lambatnya pipa saluran oleh pihak suplayer. Sebab yang belanja bahannya adalah masyarakat sendiri, katanya.

“Kalau dikatakan terlambat sebenarnya tidak, karena untuk pipa distribusinya itu, bulan November 2019 itu sudah ada. Mereka lansung yang berhubungan dengan suplayernya. Kita sifatnya hanya memfasilitasi dan ada surat perjanjian kerjanya juga. Untuk pipa saluran rumah (SR) itu memang beda lagi, yang belanja bahannya adalah KKM sendiri, mereka sendiri yang membelinya, dan barangnya memang belum ada,”ungkapnya.

Dan mengenai pernyataan bendahara KKM, yang mengatakan sudah mentransfer dana sejumlah Rp30 juta lebih untuk pembelian pipa  SR ke rekening atas nama Ferdiansah atas perintah fasilitator, Sugianto berkilah, bahwa itu bukan perintah, melainkan  hanya mengingatkan pihak KKM saja.

“Bukan perintah sebenarnya, itu hanya mengingatkan. Sifatnya hanya mengingatkan. Kalau mau dibilang memerintahkan, ya perintah dengan mengingatkan, memang hampir mendekati sebenarnya,”kilahnya.

Disinggung terkait waktu pengerjaan yang sudah lewat batas, lagi-lagi Sugianto mengakui, memang ada kelalaian dari pihaknya.

“Oh ya kontrak kerja sampai Desember 2019, ya artinya memang ada kelalaian kita karena Desember 2019 ditargetkan sudah selesai, ternyata belum selesai,”pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Kabupaten Pesisir Barat, belum bisa dikonfirmasi.

“Saya lg DL, hari senin saya sudah dikantor,”tulis Armand  Ayuni, selaku Kadis PRKP Pesisir Barat, melalui pesan whatsapp-nya.

(Andi)