Beranda Sumut Pasangan Kekasih Sama – sama Pencinta Travelling Itu Telah Tiada

Pasangan Kekasih Sama – sama Pencinta Travelling Itu Telah Tiada

42
0
Rumah duka Paulina dan Togo. TRIBUN MEDAN/Tommy Simatupang

Medan, buktipers.com – Kisah asmara sepasang remaja Togo Armando Simanjuntak dan Paulina Saragih, berakhir pilu dalam kecelakaan maut, di Jalan Lintas Saribudolok Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (14/9/2019) malam.

Sepasang kekasih yang masih berusia 17 tahun ini tidak sempat menikmati berkemah di pinggiran Danau Toba Paropo pada malam itu.

Pada Senin (16/9/2019), puluhan teman sekolah dari SMA N 6 Pematangsiantar tempat Paulina sekolah telah datang melayat ke rumah duka di Sibatu-batu.

Raut wajah sedih mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Para keluarga dan organasisasi perkumpulan suku Simalungun juga turut memberikan belasungkawa.

Amatan tribun-medan.com, ayah dan ibu Paulina terus menangis di sebelah peti. Adik Paulina terus menenangkan orang tuanya untuk tidak terus larut dalam kesedihan.

Kisah asmara Togo dan Paulina sebenarnya sudah terjalin selama 2,5 tahun.

Mereka mulai saling mengenal karena bertepatan memiliki hobi yang sama yakni travelling. Paulina bertemu dengan Togo ketika sedang mencari tempat penyewaan peralatan kemah.

Togo merupakan Ketua Komunitas Pencinta Alam Siantar-Simalungun (Kompass) melayani penyewaan perlengkapan kemah.

“Mereka sama-sama suka travelling. Paulina mencari peralatan kemah ke Togo. Dari situ awal mula mereka saling mengenal,” kata Tanita Nainggolan teman sekelas Paulina Saragih saat ditemui di rumah duka.

Tanita mengungkapkan selepas pulang sekolah, sebelum berangkat ke Paropo Kabupaten Dairi, Paulina Saragih sempat menawarkan boncengan untuk diantar pulang.

Baca Juga!  Disambut Bahktiar dan Syarfi, Ma'aruf Amin Terlihat Bahagia

Kebetulan Paulina Saragih setiap hari mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Tanita mengatakan Paulina Saragih sering curhat tentang kekasihnya Togo.

Bahkan, Tanita tahu bahwa mereka pernah mengakhiri hubungan pacaran sebentar.

“Paulina itu orangnya ceria. Gampang bergaul dan banyak temannya,” ungkapnya.

Walikelas Reni Siagian mengatakan Paulina memang aktif di bidang ekstrakurikuler. Paulina juga rajin melatih adik kelas untuk baris berbaris. Ia juga yang melatih para anggota Paskibra dari SMA N 6 Kota Pematangsiantar.

Terpisah, suasana duka juga menyelimuti rumah Togo Armando Simanjuntak.

Anggota Kompass telah berkumpul di rumah duka di Jalan Ahmad Yani Kota Pematangsiantar.

Anggota Kompass Wilson Tambunan menceritakan hubungan asmara Togo-Paulina sangat harmonis.

Setiap kegiatan Kompass, Togo sering membawa Paulina.

Togo yang baru saja selesai sekolah menjabat sebagai ketua Kompass.

“Kemana-mana mereka memang sama. Paulina sering ikut acara kami,” katanya.

Wilson mengungkapkan sebelum berangkat ke Paropo, Paulina Saragih sempat meminta izin kepada orang tua. Namun, orang tua tidak memberikan izin.

“Walau gak dapat izin mereka tetap pergi,”ujarnya.

Seperti diketahui, sepasang kekasih Togo-Paulina yang mengendarai sepeda motor Supra X125 mengalami kecelakaan tunggal.

Togo yang mengemudi mengalami hilang kendali saat melintas di tikungan yang menurun. Sepeda motor menabrak tembok parit pinggir jalan mengakibatkan terjungkal dan terpelanting.

Baca Juga!  Jarisman Saragih Tewas dengan 7 Peluru di Perutnya, 4 Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Tubuh sepasang kekasih ini terbentur dengan tembok parit hingga mengeluarkan darah dari telinga. Sepasang kekasih ini meregang nyawa sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Sepasang kekasih remaja, Togo Armando Simanjuntak (17) dan Paulina Boru Saragih (17) tewas setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas di Jalan Lintas Pematangsiantar-Saribudolok (Simalungun) yang Ingin Hendak Berkemah di Danau Toba.

Berikut Kronologinya.

Togo Armando Simanjuntak (17) dan Paulina Boru Saragih (17) tewas setelah mengalami kecelakaan lalu-lintas, Sabtu (14/9/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kecelakaan tragis ini terjadi di Jalan Lintas Kota Pematangsiantar — Saribudolok (Simalungun).

Lokasi kejadian tepatnya di KM 62-63 Nagori (Desa)  Bandar Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sepasang remaja asal Kota Pematangsiantar ini dikabarkan ingin berlibur ke Kawasan Wisata Danau Toba di bagian wilayah Paropo, Kabupaten Dairi.

Info di lokasi kejadian, sepasang remaja yang berniat berkemah di pinggiran Danau Toba itu mengalami pendarahan di bagian kepala dan telinga hingga meninggal dunia saat dievakuasi ke  rumah sakit.

Kanit Laka Polres Simalungun, Iptu Amir Mahmud menjelaskan, sepasang remaja ini mengendarai sepeda motor jenis Supra X 125 merah-hitam datang dari arah Kota Siantar menuju Saribudolok.

Baca Juga!  Sat Reskrim Polres Dairi Amankan 5 Pelaku Judi Dadu di Desa Pardomuan

Togo Simanjuntak yang menjadi kemudi sepeda motor diduga dengan kecepatan tinggi.

Saat tiba di tikungan kanan jalan yang menurun, Togo kurang berhati-hati. Apalagi tidak ada lampu jalan penerang sekitar.

“Togo Armando Simanjuntak dengan membawa penumpang Paulina Saragih melaju dari arah Kota Siantar menuju arah Saribudolok dengan kecepatan tinggi dan tidak hati-hati.”

“Setibanya di tempat kejadian, ketika melintasi jalan tikungan ke kanan dan menurun searah jurusannya, pengendara sepeda motor tersebut hilang kendali,”kata Iptu Amir, Minggu (15/9/2019).

“Akhirnya pasangan berboncengan sepedamotor Honda Supra BK 3039 WO itu pun menabrak tembok pembatas parit di sebelah kiri badan jalan. Akibatnya, keduanya terpental beberapa meter,”lanjutnya.

Iptu Amir mengatakan, kondisi korban yang kritis. Kedua korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit GKPS Bethesda Saribudolok.

Setelah dinyatakan kedua korban sudah tewas, kemudian, jasad kedua korban langsung dibawa ke ruang Forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk divisum.

“Kasus kecelakaan ini masih kita tangani, dan dalam proses penyelidikan,” katanya.

Kini, kedua korban telah diantar kepada keluarga masing-masing.

Togo Armando Simanjuntak diketahui warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Asuhan, Siantar Timur.

Sedangkan Paulina Saragih, warga Jalan Sibatubatu Kelurahan Bah Kapul, Siantar Sitalasari.

 

Sumber : tribunnews.com

Loading...