Beranda Politik Pasangan Prabowo-Sandi Menang Telak di TPS Lapas dan Rumah Sakit Jiwa

Pasangan Prabowo-Sandi Menang Telak di TPS Lapas dan Rumah Sakit Jiwa

32
0
Prabowo - Sandiaga Uno. (Net)
Loading...

Buktipers.com – Medan (Sumut)

Pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi menang telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) lapas dan rumah sakit jiwa dibandingkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal ini terjadi pada penyelenggaraan Pemilu 2019 di Lapas Klas IIA Binjai.

Pada dasarnya pemungutan hak suara di sana berjalan aman, lancar dan kondusif.

Sejak pagi warga binaan antusias memberikan hak suara dan memantau proses penghitungan di Lapas Binjai Klas IIA Binjai, Rabu (17/4/2019).

Amatan Tribun-Medan.com, empat TPS sudah selesai melakukan pemungutan suara, dan hingga pukul 15.00 WIB penghitungan surat suara Pilpres sudah rampung.

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi unggul telak di 4 TPS di Lapas Binjai.

Kalapas, Maju Amintas Siburian menjelaskan tidak ada kericuhan atau keributan selama proses pemilu.

Sejak pagi WBP antusias memakai hak pilihnya secara jujur, adil dan transparan dikawal petugas Lapas, Polisi, dan penyelenggara Pemilu 2019.

“Dari pagi warga binaan semua ikuti Pemilu aman dan lancar. Tidak ada kendala, kertas suara ada yang berlebih. Semua secara bebas pakai hati nurani masing-masing,” katanya.

Baca Juga!  Polres Sergai Paparkan Penangkapan 9 Bandar dan 5 Pemakai Sabu

Di empat papan penghitungan surat suara Pilres yang ada di Lapas, kelurahan Limaumungkur, Binjai Barat, hasilnya yakni TPS 14 Capres 01 memperoleh 58 suara-02 memperoleh 100 suara, TPS 15 perolehan suara 55-103 suara, TPS 18 perolehan suara 64-135, dan TPS 19 perolehan suara 66-128.

“Dari empat TPS ini semua sudah clear, ada 735 memakai hak suara, jumlah ini sebagian sudah ada yang bebas masa tahanan. Semua aman, lancar dan kondusif.”

“Logistik juga aman. Di Lapas tidak ada tekanan apalagi intervensi,” kata Kalapas yang terkenal bermitra baik dengan semua kalangan ini.

Diketahui di Lapas Binjai ada empat TPS (14,15, 18, 19) sebelumnya dua, karena ada perubahan DPT dan DPTB jadi TPS perlu penambahan sehingga menjadi empat TPS.

Jumlah DPT 525 ditambah jumlah DPTB (pindah memilih termasuk 29 orang pegawai Lapas) 457, total 953 pemilih dari tahanan dan narapidana ditambah 29 pegawai jadi 982 orang.

Baca Juga!  Peserta Kampanye Prabowo-Sandi di Sukabumi Meninggal Dunia

Sementara itu di TPS Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno juga menang telak.

Pantauan Serambinews.com di papan perhitungan suara, Pasangan Prabowo Sandi meraih 171 suara, sedangkan Jokowi Ma’ruf Amin meraih 13 suara.

Di TPS tersebut terdapat 185 suara yang diberikan oleh warga, namun satu suara dinyatakan rusak dan 184 suara sah.

TPS Rumah Sakit Jiwa itu dibuka oleh di halaman rumah sakit tersebut.

Selain pasien rumah sakit, pemilih di TPS yang masuk Gampong Bandar Baru juga ada warga setempat dan para dokter yang tinggal di sekeliling rumah sakit.

Direktur RSJ Aceh, dr Makhrozal mengatakan, beberapa pasien yang sudah dinyatakan layak memilih saat ini sudah kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Prabowo Sandi Menang di Lapas Nusakambangan

Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul dalam pemungutan suara di Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga!  Panitia Tak Miliki Ijin, Judika Gagal Manggung di Siantar

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Erwedi Supriyatno menjelaskan, hasil pemungutan suara di 9 tempat pemungutan suara (TPS), pasangan 01 mendapat sebanyak 157 suara, sementara pasangan 02 mendapat sebanyak 304 suara.

“Itu (hasil pemungutan suara) di seluruh Pulau Nusakambangan, karena ada satu TPS yang di luar lapas. TPS yang di luar lapas untuk pegawai dan keluarga pegawai lapas,” katanya saat dihubungi, Rabu (17/4/2019) malam.

Erwedi mengatakan untuk hasil pemungutan suara di TPS khusus lapas, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih sebanyak 128 suara, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih sebanyak 249 suara.

Lebih lanjut Erwedi mengatakan, dalam pemilu kali ini terdapat lima narapidana (napi) kasus terorisme yang menggunakan hak pilihnya dari total 197 napi terorisme yang mendekam di Pulau Nusakambangan.

“Napi terorisme yang nyoblos hanya lima orang. Mohon maaf kalau untuk nama-namanya kami tidak bisa berikan,” ujar Erwedi.

Sumber : tribunnews.com

Loading...