Pasca Longsor Lombang Siduadua, Panatapan Sepi dan Kapal Jarang Berlayar

0
232
Dijual Rumah

Buktipers.com-simalungun(sumut)

Herlina Butar-butar salah seorang pedagang di lokasi wisata Parapat Panatapan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsanga Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, sangat mengeluhkan sepinya kunjungan wisatawan datang ke warungnya.

Tempat usahanya itu menjadi sangat sepi pasca terjadinya longsor di Lombang Siduadua baru lalu.

Katanya, semenjak tanggal 30 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019 nyaris tak ada tamu yang mampir ke warungnya di panatapan, bahkan mobil pun jarang lewat di jalan utama menuju kota wisata Parapaat itu.

“Biasanya kalau libur Natal dan Tahun Baru, semua warung di panatapan ini sangat penuh, tapi sejak kejadian longsor itu, nyaris tidak ada tamu di semua warung yang ada di panatapan ini,” kata Herlina, Rabu (9/1/2019).

Padahal sejak hari Minggu (6/1/2019) kendaraan dari arah Siantar menuju Parapat dan sebaliknya sudah bisa melintasi jembatan Lombang Siduadua tersebut.

Tapi walau jalan sudah normal seperti semula, kenyataannya pasca bencana itu, sepertinya menyisakan kesedihan bagi para pedagang di sepanjang pinggiran jalan lintas utama menuju kota wisata itu.

Demikian juga pengakuan Mangasih Tua Sitio, pemilik kapal bermotor KM NATIO3, dia sangat mengeluh karena pasca bencana itu kapalnya jarang berlayar, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru, disebapkan tak ada penumpang dan sepinya pengungjung yang datang ke Parapat.

Mangasih dan Herlina sangat berharap kepada pemerintah atau pun pemangku kepentingan agar lebih memperhatikan dan memperketat pengawasan hutan di perbukitan Simarbalatuk, agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Walaupun sekarang arus lalu linta sudah pulih seperti semula, namun air dari Bukit Simarbalatuk masih trus mengalir ke bawah.

Warga serta para pelaku usaha wisata di kota itu, sangat berharap agar pemerintah secepatnya mencarikan solusi untuk mengatasinya, agar bencana serupa tidak terulang kembali.(STG)