Beranda Hukum Pasutri Pelaku Pembunuhan Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Pasutri Pelaku Pembunuhan Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

71
0
Kedua pelaku saat mengikuti press release yang digelar Polres Tapteng. (Foto/Job Purba)

Buktipers.com – Tapteng (Sumut)

Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat mengatakan, kedua tersangka ditangkap, pada Selasa (18/6/2019), tepat di Marelan, Kota Medan. Saat ini kedua tersangka telah berada di Mako Polres Tapteng untuk diadakan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara motif kedua pasutri ini adalah faktor ekonomi, yang bermula berniat meminjam sejumlah uang sebesar Rp 200.000 kepada korban, namun niat itu berubah, karena ketidak percayaan pelaku terhadap Santi Devi Malau, korban pembunuhan, ungkap Kapolres.

” Bahwa sekelas, setingkat atau selevel pegawai Bank Syariah Mandiri, tidak mempunyai uang Rp 200.000, sehingga disitu ada pemaksaan terhadap korban. Sampai menimbulkan hilanganya nyawa Santi,” tutur Kapolres.

Cara pelaku menghabisi nyawa korban, terlebih dahulu pelaku Dimas Pristiawan, mengetok pintu kamar kos korban, serta menguasi kamar dengan menyekap korban.

Baca Juga!  Karyawati Bank Mandiri Syariah Ditemukan Tewas Berbalut Kain, Diduga Dibunuh

Baca Juga : Karyawati Bank Mandiri Syariah Dihabisi karena Pelaku Tidak Diberi Uang untuk Ongkos ke Medan

Sehingga Santi Malau (Korban,red) merasa terancam dan berteriak, sehingga pelaku panik dan mencekik korban sampai ke kamar mandi dan membenturkan kepala korban kedinding serta dikloset kamar mandi, hingga pisngsan dan ditutup mukanya sehingga korban kehabisan oksigen dan tidak bernyawa lagi, Sebut Sukamat.

Sementara pasal yang dikenakan kepada kedua pelaku, yaitu 365 ayat 4, dengan ancaman hukum 20 tahun penjara dan setinggi-tingginya hukuman seumur hidup.

”Pada pelaku kita kenakan pasal 365 ayat 4 dan kita subsiderkan dengan 365 ayat 1, 2, dan 3. Serta pasal 170, karena pendalaman bagaimana keterlibatan istri pelaku Nutmayanti Nasution, terkait perencanaan secara bersama dan pasal 338 dengan ancaman 15 tahun penjara,”ujar Kapolres.

Baca Juga!  Di Duga Gelapkan Dana Warga, Team DKTM Lingga Di Polisikan

Kapolres juga menjelaskan, bahwa yang melakukan pembunuhan menurut pelaku saat ini adalah Dimas Pristiawan, sementara Nurmayanti, turut serta membantu suaminya untuk menghabisi nyawa Santi Malau.

” Yang bertamu ke kamar korban adalah Dimas Pristiawan untuk berniat meminjam uang kepada korban, ”ujarnya.

Kronologi terjadinya pembunuhan berawal dari korban Santi, baru pulang dari acara Halal Bi Halal Bank Mandiri Syariah untuk pulang beribadah, sekalian untuk mencuci pakaian milik korban.

”Disitulah pelaku masuk dan berniat meminjam dan mengusai harta korban,”kata Sukamat.

Diketahui kedua pelaku pembunuhan masih tetangga korban tinggal, dan pasangan suami istri tersebut terlilit hutang, dengan pemilik kos tempat mereka tinggal sebesar Rp1.800.000, dan berniat ingin melarikan diri ke kota asal, yakni Kota Medan.

Baca Juga!  Guru Ditemukan Tewas Tercekik, Suami Siri Menghilang

Barang korban yang diambil pelaku, berupa handphone merek iphone 6, tas, sudah dijual kepada 2 penandah dan telah diamankan serta diperiksa, beberapa kartu ATM, jam tangan.

Polisi telah mengumpul barang bukti sebanyak 20 buah, dan 2 jam bermerek milik korban, telah dijual di salah 1 kecamatan di Tapteng  dan polisi masih mengejar sama siapa jam tersebut dijual.

 

(Job Purba)

Loading...