Pasutri Warga Desa Pematang Kuala Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

0
966
Tarmizi (30) dan Laili Syahfitri (21), warga Dusun II Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengharpakan bantuan dari Pemerintah.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pasangan suami istri (Pasutri), Tarmizi (30) dan Laili Syahfitri (21), warga Dusun II Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluh tentang kehidupannya.

Mengapa tidak, di masa pandemi Covid-19 melanda, kehidupan dan perekonomian rumah tangganya terasa sangat memilukan.

Dimana kita dilarang keluar rumah, takut merebaknya penularan corona, seperti mana yang telah dianjurkan oleh Pemerintah, itu semua kita turuti.”Akibatnya, kami dirumah makan tak makan, kata Tarmizi.

Disinggung soal pernah adanya dapat bantuan dari Pemerintah, Tarmizi dengan polos mengatakan, hingga saat ini belum pernah mendapatkan segala bentuk namanya bantuan apapun dari Pemerintah.

“Saya mengatakan ini dengan sejujurnya, makanya saya sangat membutuhkan adanya ‘sentuhan’ atau perhatian Pemerintah,”ujarnya.

Kemudian, Laili Syahfitri, didampingi mertuanya, Syahril (72), kepada wartawan, Senin (4/5/2020) mengatakan, dirinya bersama suami sudah 3 tahun berumah tangga dengan dikaruniai 1 anak. Namun mereka hanya tinggal di rumah mertua karena keterbatasan ekonomi.

“Kami menumpang di rumah mertua. Dalam 1 rumah kami ada 3 Kepala Keluarga (KK) yakni mertua dan abang ipar juga. Jadi kata pihak Pemerintah Desa yang dapat bantuan hanya 1 KK, itulah mertua kemarin didata untuk penerima BLT, “ungkapnya.

Diungkapkannya lagi, ia bersama suami hingga saat ini belum dapat bantuan apapun, baik di tengah Covid-19. Juga bantuan dari Pemerintah Pusat, berupa dana dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga kurang mampu maupun biasa disebut warga miskin.

“Kami hanya dapat masker aja dari Pemerintah Desa. Ada kartu BPJS itupun mandiri kelas 3, namun tak pernah bayar karena tidak ada biaya kami, “ujarnya dengan nada sedih.

Untuk menopang hidup mereka, sebut Laili, suaminya sekarang hanyalah kerja mocok-mocok yang tidak tentu penghasilannya sementara dirinya hanya Pekerja Rumah Tangga (PRT).

“Kemaren suami sempat kerja dipabrik PKS, namun sekarang sudah tutup pabriknya. Untuk makan kami sehari-hari aja payah dapatnya, “kata Laili lagi.

“Jadi, kami bermohon dan juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah, agar bisa mendapatkan bantuan, yang nantinya bisa meringankan beban perekonomian kami, “pungkasnya.

 

(ML.hrp)