PBH Peradi Bandar Lampung Siap Kawal Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual Anak di Lampung Utara

0
32
Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandar Lampung, mengaku siap mengawal kasus kekerasan seksual yang dilakukan KNZ, warga Kabupaten Lampung Utara, kepada anak di bawah umur, sebut saja Bunga (17 tahun).

Bandar Lampung, buktipers.com –  Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandar Lampung, mengaku siap mengawal kasus kekerasan seksual yang dilakukan KNZ, warga Kabupaten Lampung Utara, kepada anak di bawah umur, sebut saja Bunga (17 tahun).

Jaka Pramana, S.H.,M.H, advokat di Tim Advokasi PBH Peradi Bandar Lampung mengatakan, pihaknya sangat menyangkan atas lambatnya proses hukum penetapan terlapor, sebagai tersangka, meskipun pemeriksaan atas saksi-saksi telah dilakukan, serta gelar perkara telah dilaksanakan, pada 10 Agustus 2020 lalu, berdasarkan  surat SP2HP yang mereka terima dari klien.

“Bahwa bersama kita ketahui, bahwa kejahatan seksual, merupakan extra ordinary crime atau kejahatan luar bisa, tentu harus dilakukan dengan cepat dan cara-cara yang luar biasa atau tidak biasa. Kalau perlu, harus bertindak secara progresif dan dijemput paksa. Setelah kami dan tim menghubungi pihak penyidik di Polres Kabupaten Lampung Utara, “bahwa mereka medatangi rumah terlapor dan dia sedang tidak ada dikediamannya”. Serta menanyakan status terlapor sudah ditetapkan tersangka atau DPO akan tetapi tidak ada jawaban dari pihak penyidik putus sambungan telepon,”pungkasnya.

Disisi lain, korban tengah mengandung 3 bulan atas perbuatan tersebut. Siapa yang akan bertangung jawab? Dan sampai dengan detik ini, tidak ada bantuan, baik dari segi kesehatan, pemulihan psikologis, jaminan keamanan dan bantuan sosial. Dan korban mengalami trauma berat akan perbuatan tersebut, paparnya.

Untuk dapat diketahui, bahwa ayah korban yang bekerja sebagai buruh pemecah batu di Lampung Utara, tambahnya.

Frenky Saputra S.H menambahkan, pihaknya siap mengawal proses hukumnya, sampai keadilan benar-benar didapatkan korban dan keluarga korban.

Hal ini harus juga dapat perhatian khusus, terutama pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan jaminan dan perlindungan terhadap anak, katanya.

Segala upaya mempercepat langkah proses hukum ini akan kami tempuh dengan berbagai macam cara untuk memperjuangkan hak dan keadilan. Kami tengah melakukan sambungan via whatsapp kepada Kak Seto Mulyadi, selaku ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak untuk memberikan atensi serius kepada persoalan ini yang mengarah kepada human trafficking (perdagangan manusia), ujarnya lagi.

Kemudian, Debi Oktarian, S.H, merupakan tim advokasi PBH Peradi juga menyampaikan dugaan perdagangan manusia yang terjadi kepada korban oleh seorang mucikari, berdasarkan keterangan korban dan sudah dikoordinasikan kepada Direktorat Kriminal Umum Mapolda Lampung mendapat petunjuk dan kami siap melengkapi bukti-bukti tersebut.

Dalam menyikapi kasus yang menimpa korban Bunga, kami PBH Peradi meminta:

1.Agar seluruh elemen masyarakat Provinsi Lampung untuk bersolidaritas bersama untuk memberikan dukungan moril kepada korban. Karena secara psikis, korban tengah mengalami trauma yang berat.

2.Mengajak para penyintas (korban) untuk berani bersuara mengungkap kekerasan seksual yang pernah dialami. Kami, PBH Peradi Bandar Lampung bersedia memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para penyintas (korban).

3.Meminta kepada dinas terkait untuk dengan serius dan peka menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

4.Mendesak Kepolisian Daerah Provinsi Lampung khususnya Polres Kabupten Lampung Utara untuk menetapkan status terlapor sebagai tersangka dan mengembangkan dugaan human trafficikng atau perdagangan manusia, berdasarkan pengakuan korban. Karena diduga korban lebih dari satu orang secara terang benderang.

(Rel)