Pedagang Keluhkan Pengerjaan Pekan Tradisional Tigaraja karena 4 Tahun Belum Tuntas

0
198
Pengerjaan Pekan Tradisional Tigaraja tampak mangkrak karena 4 tahun belum tuntas dikerjakan. (Foto/Stg)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Puluhan pedagang Pasar Tradisional Tigaraja, Kelurahan Tigaraja, Kecamatan Girsang Sipangan bolon, Kabupaten Simalungun, sudah sekitar 4 tahun terlunta – lunta untuk menggelar barang dagangannya.

Sejak revitalisasi tahap l, pada Agustus tahun 2015 lalu, dengan dana APBN dari Kemenperindag yang menelan biaya sekitar Rp6 Miliar lebih, namun pengerjaan pekan itu tidak kunjung selesai alias mangkrak.

Pihak rekanan pun tidak tau kemana rimbanya, sehingga para pedagang yang sehari – harinya menggantungkan hidupnya berjualan di sana, sangat resah akibat situasi ini.

Beberapa lama kemudian, pihak Pemkab Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, tampaknya memgambil alih untuk melanjutkan  pengerjaannya, pada bulan Juli 2018 lalu, namun seakan tidak serius. Dimana pihak Konsultan dan PPK-nya, menurut informasi, jarang turun untuk memonitoring pengerjaan, bahkan tenaga kerjanya juga saat buktipers.com mendatangi TKP sangat minim. Bahkan cuma 6 orang saja yang dijumpai di lokasi, sehingga wajar membuat para pedagang merasa kesal.

. Pengerjaan Pekan Tradisional Tigaraja tampak mangkrak karena 4 tahun belum tuntas dikerjakan. (Foto/Stg)

Sementara pada areal pelataran Pekan Tigaraja ada plank proyek bertuliskan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pematang Raya – Sumatera Utara.

Pekerjaan Revitalisasi Pasar Tigaraja

Nomor Kontrak : 18.Vll.2/SP.960494/Disperindag APBD 2018.

Mulai dikerjakan 18.Juli 2018

Nilai Kontrak : Rp. 2.594.455.000.

Lokasi : Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun.

Sumber Dana : APBD Kabupaten Simalungun.

Waktu Pelaksanaan : 150 Hari Kalender.

Kontraktor Pelaksana : PT. DUTA SUMATRA PERKASA.

Salah seorang pedagang, Hotmida Singa, mengaku sudah bosan menunggu penyelesaian pembangunan Pasar Tiga Raja ini, dimana barang dagangan mereka disimpan.

Entah berapa kali lagi kami pindahkan dagangan kami ini. Kamipun tidak tau dimana tempat untuk menggelarnya, padahal sudah hampir 4 tahun lamanya, kami menderita seperti ini, ucap Hotmida kepada Buktipers.com, Rabu (30/1/2019).

Kawasan Pekan Tradisional Tigaraja tampak semraut dan kondisi arus lalu lintas macet. (Foto/Stg)

Tampaknya Pemkab Simalungun mengabaikan hal ini. Dan seharusnya, Pemkab Simalungun memikirkan pasar tradisional ni karena memiliki nilai tersendiri, dimana para pedagang berbaur dengan wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk bertransaksi, bahkan sebagai pintu masuk ke pelabuhan kapal bermotor untuk menyebrang ke pulau Samosir.

Akan tetapi tampak semraut, bahkan arus lalu lintas pun terus macet karena jalan semakin sempit, akibat para pedagang dengan terpaksa berjualan ke bahu badan jalan. Apalagi setiap hari Sabtu, bukan main macetnya di Tiga Raja ini, kata Hotmida. (Stg)