Pegawai RS HKBP Balige Dua Bulan Tak Gajian, Ini Penyebabnya

0
321
Rumah Sakit HKBP Balige. (Net)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Balige (Sumut)

SN Boru Sirait (34), Pegawai Rumah Sakit HKBP Balige, mengaku dua bulan tak gajian. Dualisme manajemen rumah sakit jadi biang kerok hingga BPJS memutus hubungan kerja sama.

“Pemutusan kerjasama RS HKBP Balige dengan BPJS, berdampak sepinya calon pasien yang berobat ke rumah sakit itu dan pendapat RS menyusut hingga pegawai tidak terima gaji,” ujar SN yang ingin identitasnya dilindungi di Balige, Kamis (28/2/2019).

Kata perempuan berkulit kuning langsat ini, mereka udah dua bulan tidak gajian sejak BPJS Kesehatan memutus kerjasama dengan Rumah Sakit HKBP Balige pada bulan Januari 2019.

Jumlah pasien pun berkurang drastis. Akibatnya rumah sakit tidak ada pemasukan hingga berakibat pada tidak ada kas untuk menggaji pegawai.

Sepengakuan SN, pemutusan kerjasama oleh BPJS dikarenakan adanya konflik antara petinggi RS Balige, bahkan melibatkan Ephorus atau pimpinan tertinggi Warga Jemaat Gereja HKBP, Darwin Lumban Tobing.

Darwin disebut bersiteru dengan Trimedya Panjaitan selaku pimpinan Yayasan Kesehatan HKBP sebelumnya.

Yayasan Kesehatan HKBP sebelumnya dipimpin oleh Trimedya Panjaitan.

Namun, Teimedya dipecat dengan tidak hormat oleh Ephorus terkait pengangkatan dr S Simatupang sebagai Direktur RS HKBP Balige yang dinilai tidak sah, karena tidak mengindahkan Surat Pembina Yayasan Kesehatan HKBP yang diketuai Ephorus.

Kepada Wartawan, atas pemecatan Trimedya Panjaitan akan menempuh jalur hukum.

“Saya menganggapnya pencemaran nama baik, karena itu akan menyiapkan pengacara untuk menggugat dan melaporkannya ke polisi,” tambahnya.

Terkait persoalan tersebut, Kantor Pusat HKBP memberikan penjelasan tertulis oleh Sekretaris Khusus Ephorus HKBP Pdt Alter Pernando Siahaan.

Pelantikan Direktur RS HKBP Balige menurut Ephorus tidak sesuai akta pendirian Yayasan Kesehatan HKBP. Ephorus selaku Pembina Yayasan, dan lainnya tidak mengetahui, sehingga harus diperbaiki.

Kepada Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan HKBP yang lama diminta kembali kepada mekanisme sesuai Akta Pendirian Yayasan Kesehatan dengan membuka kembali perekrutan calon direktur dan memberikan serta meminta persetujuan dari Pembina agar bisa dilantik.

Dilanjut lagi dengan adanya rapat tri ogran (pembina, pengurus, dan pengawas) Yayasan Kesehatan, tetapi Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan HKBP yang lama tidak bisa hadir dan menginformasikan kalau ia permisi tidak dapat ikut dalam rapat dan menyetujui hasil rapat tersebut.

Dengan demikian, kata Ephorus akan diadakan perekrutan calon direktur rumah sakit, lalu dilanjut Rapat Khusus Pengurus agar mengangkat sementara pelaksana direktur menunggu direktur yang definitif.

Sumber : tribunnews.com