Pejuang Bravo LIMA Minta DPRD Gelar RDP Terkait Rehab Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu

0
139
Seketaris Pejuang Bravo Lima Labuhanbatu, Abi Riduan Pasaribu SH.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu telah membayarkan uang untuk pengerjaan rehab rumah dinas Bupati sebesar Rp 5,3 miliar yang bersumber dari APBD Labuhanbatu tahun anggaran 2019.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Labuhanbatu, Indra Sila, menjawab wartawan di halaman kantor DPRD Labuhanbatu, usai mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Kamis (9/9/2021), lalu.

“Sudah kita bayarkan semuanya kepada CV Sumber Rezeki” ujar Indra.

Dijelaskannya, Pemkab Labuhanbatu sudah membayarkan 100 persen dari nilai kontrak kepada CV Sumber Rezeki, sebagai pemenang tender. “Kita sudah bayarkan, termasuk dana perawatan rehab rumah dinas bupati yang 5 persen dari nilai kontrak,”ujarnya.

Terpisah, Seketaris Pejuang Bravo Lima Labuhanbatu, Abi Riduan Pasaribu SH, kepada wartawan, Kamis (9/9/2021), meminta agar DPRD Labuhanbatu, turun ke lokasi untuk melakukan croscek apa penyebab rumah dinas dimaksud sudah rusak, padahal baru setahun selesai pengerjaannya.

“Kita berharap agar DPRD melakukan croscek, untuk melihat dan menyesuaikan apa saja item yang dikerjakan dengan kontrak senilai Rp 5,3 milyar itu,”ujarnya.

Kalau ada perbedaan bestek proyek dengan fisik bangunan yang sudah dikerjakan, sebaiknya pihak Legislatif menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kontraktor yang mengerjakan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dan pejabat pengguna anggaran, ujarnya.

“Kalau kerusakan disebabkan karena pengerjaanya menyimpang dari bestek proyek, segera rekomondasikan ke penyidik,”tegas Abi.

Dari pantauan wartawan, flapon rumah dinas tersebut banyak yang sudah rusak dan bocor. Diantaranya, di sisi kiri dan kanan rumah, dibahagian belakang dan garasi terlihat sempat dibongkar.

Perlu diketahui, rehab rumah dinas Bupati, tendernya dimenangkan CV Sumber Rezeki dengan nilai kontrak Rp 5,367.000.000. Pengerjaan dimulai tahun 2019 dan diperpanjang ke tahun 2020. Sampai saat ini, rumah dinas belum dapat ditempati.

 

(Tim)