Pelajar Kelas 5 Koma Dikeroyok Kakak dan Adik Kelas, Begini Respons Dingin Disdik Musi Rawas

0
1
Pelajar korban penganiayaan kakak dan adik kelas terbaring lema di RS Sobirin Musi Rawas di Lubuklinggau. (Foto: Era N)
Dijual Rumah

Musi Rawas, buktipers.com – Penganiayaan di lingkungan sekolah kembali terjadi. Seorang pelajar kelas 5 SD negeri Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Musi Rawas koma di rumah sakit setelah diniaya dua kakak kelas dibantu satu adik kelasnya.

Ibu korban, Novita Wati (41) warga Lubuk Ngin Kampung 4, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas mengatakan bahwa kejadian yang menimpah anaknya terjadi Senin (11/10/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat itu, dirinya sedang di kebun karena mendapat kabar anaknya dikeroyok orang dari orang tuanya, Kamaluddin (70). Selanjutnya ia langsung ke puskesmas untuk melihat kondisi anaknya.

“Aku lagi kerja di kebun karet, bapak aku ngomong baleklah dulu, anak kau dikeroyok wong. Tiba di puskesmas anak sudah pakai oksigen,” katanya, Rabu (13/10/2021).

Saat itu, Novita sempat berkomuniasi sedikit dengan anaknya yang mengatakan sakit di bagian leher. Setelah itu, anaknya koma dan dilarikan RS Sobirin Musi Rawas yang berada di Kota Lubuklinggau.

“Sekarang anak aku di ruang instalasi care unit (ICU). Sebelum koma, sempat aku tanyai, sakitnya dimana? Dan dijawabbagian leher,” katanya.

Ditambahkan Novita, berdasarkan informasi yang ia dengar anaknya dikeroyok di dalam kelas oleh dua kakak kelas dan satu adik kelas dengan cara di-fitting oleh salah seorang pelaku dan yang lain memukuli korban. Sampai akhirnya Aditya dilarikan ke puskesmas oleh kepala sekolah dan guru, karena mengalami sesak.

“Untuk kejadian sebenarnya belum sempat aku tanyakan, hanya sebatas dengar-dengar saja, sekarang masih fokus untuk penyembuhan anak aku,” ujarnya.

Untuk pihak sekolah, dari awal kepala sekolahnya sudah membawa ke RS Sobirin dan masih memantau kondisi korban melalui telepon, namun memang belum ada lagi datang melihat.

Ia hanya berharap mendapatkan perhatian dari pihak sekolah dan dinas terkait serta pemerintah untuk anaknya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Irwan Efendy mengaku sudah menerima laporan terkait insiden dugaan penganiayaan yang menimpa siswa SD Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Musi Rawas.

Akan tetapi, soal langkah-langkah disdik masih akan dibahas nantinya. “Iya kami sudah menerima laporan soal itu, untuk langkahnya aku belum terpikirkan, kami masih rapat,” katanya.

 

Sumber : iNews.id