Beranda Tipikor Pelaksanaan DD TA. 2017 di Desa Sogaeadu Kabupaten Nias, Diduga Ajang Korupsi

Pelaksanaan DD TA. 2017 di Desa Sogaeadu Kabupaten Nias, Diduga Ajang Korupsi

664
0
Loading...

Buktipers.com-Nias (Sumut),

Pelaksanaan Dana Desa TA. 2017 di Desa Sogaeadu Kecamatan Sogaeadu Kabupaten Nias, Sumatera Uatara di duga ajang Korupsi dan SPJ nya Penuh Rekayasa.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa Elemen Masyarakat pemanfaat Desa Sogaeadu kepada Media ini di Gunungsitoli

Dalam penjelasannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Anggaran Dana Desa TA. 2017 di Desa Sogaeadu Kecamatan Sogaeadu Kabupaten Nias itu anggaran Fisiknya sebesar Rp.493.465.000 ( Empat ratus sembilan puluh tiga juta empat ratus enam puluh lima ribu rupiah) dan digunakan untuk Pembangunan Gedung Balai Pelatihan Kegiatan Masyarakat Desa Sogaedu, jelasnya

Masyarakat menjelaskan juga bahwa pada pelaksanaan Pembangunan Gedung Balai Pelatihan Kegiatan Masyarakat itu ada beberapa Ketidak sesuaian antara perencanaan dengan realisasi dilapangan, buktinya Pembayaran harga Material kepada masyarakat sangat jauh berbeda dengan Rencana Anggaran Biaya ( RAB) dengan rincian.

1) Harga Bahan material batu di dalam RAB sebesar Rp.300.00 M/3 sedangkan harga pembelian hanya sebesar Rp.133.000 M/3

Baca Juga!  Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara, Ini Alasan Meringankannya

2) Harga Pasir beton dan Pasir Pasangan di dalam RAB sebesar Rp.280.000/M3 sedangkan harga pembelian hanya sebesar Rp.133.000/M3

3) Bahan material Kerikil harganya didalam RAB Rp.260.000 /M3 sedangkan kenyataannya dibayarkan kepada Masyarakat hanya Rp.133.000

4) Pada dasarnya Dana Desa itu pelaksanaannya mengutamakan pemperdayaan Masyarakat dengan Pengerjaannya secara Swakelola, tetapi pelaksanaanya di lapangan Masyarakat dibatasi bekerja oleh Tim TPK melainkan mengutamakan pemakaian Mesin Molen untuk menggantikan Harian Orang Kerja ( HOK ) sedangkan penggunaan Mesin Molen tidak ada dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya ( RAB)

5) Dalam rapat penyampaian laporan pertanggung jawaban realisasi APBDes Desa Sogaeadu TA. 2017, Aset Desa yang bersumber dari Dana Desa tidak bisa dipertunjukan oleh Kepala Desa kepada Masyarakat, sehingga hal ini patut diduga SPJ yang sudah dilengkapi oleh Kepala Desa bersama Tim TPK sudah penuh dengan Rekayasa.

Berdasarkan pelaksanaan Dana Desa di Desa Sogaeadu tersebut diatas bahwa ada diduga dengan tidak ketransparanan dan SPJnya penuh dengan Rekayasa maka masyarakat Desa Sogaeadu melaporkan hal tersebut Kepada Bapak Kapolres Nias, Bapak Bupati Nias, Inspektorat Kabupaten Nias, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, sesuai dengan Suratnya tgl 23 Maret 2018 dengan Perihal Pengaduan Desa Sogaeadu atas Laporan Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes) TA. 2017 tidak sesuai dengan RAB dan diduga adanya penggelapan Penggunaan Anggaran.

Baca Juga!  Kejari Lingga Selamatkan Kerugian Keuangan Negara Sebesar Rp. 460.466.400. 

Masyarakat mengharapkan Kepada Bapak Kapolres Nias, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Bapak Bupati Nias, Inspektorat Kabupaten Nias agar pelaksanaan penggunaan Dana Desa di Desa Sogaeadu Kabupaten Nias TA.2017 dilakukan penyelidikan dan Pemeriksaan Audit agar Mafia Koruptor Dana Desa tersebut di tindak sesui dengan Hukum yang berlaku, tuturnya Masyarakat mengakhiri.

Ketika hal ini di Konfirmasi kepada Kepala Desa Sogaeadu Anaria Gea melalui telepon selulernya menjelaskan bahwa pelaksanaan Dana Desa di Desa Sogaeadu TA. 2017 sudah di SPJ kan.

Di lain tempat, Hal tersebut di konfirmasi kepada Kepala Inspektorat Kabupaten Nias Faoaro Lahagu, SE menyatakan pihaknya membenarkan Surat dari Masyarakat Desa Sogaeadu tgl 23 Maret 2018 tentang Laporan dugaan Pemgelapan Dana Desa TA. 2017 di Desanya sudah diterimanya, Namun, Pihaknya mempunyai kekurangan Tim yang sangat terbatas untuk melakukan pemeriksaan Audit, jelas Faoaro.

Baca Juga!  Pemdes Tajurhalang Kucurkan Anggaran untuk Infrastruktur

Faoaro juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat dari BPK agar laporan Masyarakat dari Desa Sogaeadu dapat ditindaklanjutin dan hasilnya masih belum terlaksana, pemeriksaannya masih proses dan pemeriksaan tim masih belum turun dilapangan, tutur Faoaro.

Menurut Ketua GNPK RI Kabupaten Nias Sonny Lahagu , SE menanggapi pernyataan Kepala Inspektorat Faoaro Lahagu menyatakan bahwa Inspektorat Kabupaten Nias melindungi para Kepala Desa yang melakukan tindak pidana Korupsi pada pelaksanaan Dana Desa tersebut diwilayah Kabupaten Nias, buktinya beberapa Laporan Kasus penyelewengan pelaksanaan Dana Desa mulai dari TA. 2015 sampai TA. 2017 tidak pernah terbuka hasil Auditnya, turur Sonny mengakhiri. (Aro Ndraha)

Loading...