Pelaku Curat di Menggala Tengah Berhasil Diringkus Polisi

0
166
Pelaku curat tampak tertunduk.
Dijual Rumah

Tulang Bawang, buktipers.com – Polsek Menggala bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang, berhasil mengungkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di Kelurahan Menggala Tengah.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Andy Siswantoro, SIK, melalui Kapolsek Menggala, Iptu Holili, mengatakan, pelaku ditangkap pada hari Rabu (9/12/2020), lalu, sekira pukul 22.30 WIB, saat sedang berada di rumahnya, di Jalan Pemokou, Kelurahan Menggala Tengah.

“Pelaku yang ditangkap oleh petugas gabungan ini, merupakan seorang pemuda berinisial EM (22), berprofesi wiraswasta, warga Jalan Pemokou, Kelurahan Menggala Tengah, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Iptu Holili, Kamis (10/12/2020).

Kapolsek menjelaskan, tindak pidana curat yang dilakukan EM,  terjadi pada hari Sabtu (31/10/2020), lalu, pukul 03.00 WIB, di Jalan Pemokou, belakang SPBU Kibang, Kelurahan Menggala Tengah.

Saat itu, korban Sutrisno (32), berprofesi tani, warga Jalan Umpu Kencana, Kelurahan Menggala Tengah, sedang menginap di rumah Iswan. Sebelum tidur, korban meletakkan handphone (HP) merk Oppo type A5 S warna hitam miliknya, di lantai, tepat di samping korban. Korban baru tahu kalau HP-nya tersebut telah hilang saat terbangun karena ingin berangkat menyadap karet.

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan petugas, pemuda berinisial EM ini mengambil HP milik korban dengan cara menggeser HP tersebut, menggunakan kayu lewat celah di bawah pintu,” jelas Iptu Holili.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian berupa HP merk Oppo type A5 S warna hitam, yang ditaksir seharga Rp. 2,7 Juta.

Dari tangan pelaku ini, petugas berhasil menyita barang bukti (BB), berupa HP milik korban, yang mana saat ditangkap HP tersebut sedang dipegang oleh pelaku.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Menggala dan akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun, tutup Kapolsek.

(JN)