Beranda Siantar Pelantikan Mengisi Jabatan Lowong, Tapi Masih Ada Jabatan Lowong?

Pelantikan Mengisi Jabatan Lowong, Tapi Masih Ada Jabatan Lowong?

86
0
Walikota Pematangsiantar melalui Wakil Walikota, Togar Sitorus melantik 68 pejabat struktural eselon III dan IV di ruang Sekdako, Jumat (11/1/2019).(foto/BP)
Loading...

Buktipers.com – Pematangsiantar (Sumut)

Walikota Pematangsiantar melalui Wakil Walikota, Togar Sitorus melantik 68 pejabat struktural eselon III dan IV di ruang Sekdako,  Jumat (11/1/2019).

Pelantikan itu dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Walikota No. 821/011/I/WK-THN 2019 tertanggal 11 Januari 2019 tentang Pengangkatan Jabatan Administrasi di Lingkungan Pemerintahan Kota Pematangsiantar, sebanyak 68 dilantik untuk mengisi Jabatan Lowong.

Mereka yang dilantik merupakan administrator dan pengawas, terdiri dari 8 pejabat eselon III-A, 6 pejabat eselon III-B, 30 pejabat eselon IV-A, dan 24 pejabat eselon IV-B.

Menyimak isi pidato Togar Sitorus, mengatakan, pelaksanaan pengangkatan Aparatur Sipil negara (ASN) dalam jabatan, sebagai akibat adanya perubahan nomenklatur pada Sekretariat Daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 40 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Perwali Nomor 02 Tahun 2017 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Sekretariat Daerah.

Baca Juga!  Jembatan Sidua-dua Berfungsi dengan Baik dan Arus Lalulintas Terpantau Lancar

Selain itu, akibat adanya Jabatan Lowong yang harus diisi, demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugas di masing-masing organisasi perangkat daerah.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, kata Togar, pegawai negeri sipil yang merupakan pegawai aparatur sipil negara, berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, serta pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Kepada saudara-saudara yang dilantik hari ini, ingatlah bahwa saudara ditempatkan di dalam jabatan ini berarti pemerintah kota Pematangsiantar menaruh harapan kepada saudara untuk mewujudkan kota Pematangsiantar agar semakin Mantap, Maju, dan Jaya,” imbuh Togar.

Merunut adanya alasan untuk mengisi jabatan lowong, dari informasi yang diperoleh Buktipers.com diduga masih ditemukan Jabatan Lowong di Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar.

Baca Juga!  Meskipun Tanpa Dihadiri Bupati, Pelantikan DPD KNPI Asahan Berlangsung Sukses

Hal ini diungkapkan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak ingin disebutkan namanya. “Katanya mengisi jabatan lowong, dan yang lowong harus diisi, kok belum diisi juga jabatan lowong di Dinas BLH? Kan ada kosong satu jabatan, yaitu jabatan Kasubbid Pencemaran di BLH,” ungkapnya.

“Gini kan kita jadi bertanya-tanya, katanya gak boleh kosong dan harus diisi. Tiba gini, kok gak gak diisi juga? Padahal semalam (Kamis, 10/1/2019) Sekda turun ke dinas kami, dan Sekda sampaikan bahwa tidak boleh dibiarkan kosong, harus diisi, tapi kenapa tidak ada?” jelasnya kepada wartawan.

Pengakuan ASN itu,  jabatan Lowong tersebut adalah Jabatan Kasubbid Pencemaran, di bawah Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga!  Ini Jadwalnya, Pelantikan 42 Peratin Terpilih Di Pesisir Barat

Jabatan itu lowong sejak Desember 2018 hingga saat ini, karena pejabat yang lama telah pensiun.

Ketua Ormas Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA JP) Kota Pematangsiantar, Andrew Tigor Panjaitan ST ketika dimintai tanggapan perihal ini, mengaku sangat heran.

“Jika itu benar,  berarti Pemko tidak serius mengisi jabatan lowong  demi kelancaran pelayanan umum. Hal ini akan sebabkan timbul banyak dugaan dan asumsi jika yang mengisi jabatan tersebut adalah sesuai pesanan, bukan hasil survey dan analisa,” katanya.

Andrew juga mengatakan, agar jangan ada dusta. “Saya harap jangan ada dusta di antara kita. Dibilang mengisi jabatan yang lowong, tetapi tetap saja masih ada yang lowong di jabatan eselon III dan IV,” ujaranya.

Hingga berita ini dinaikkan ke redaksi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup belum bisa dikonfirmasi.(red)

 

Loading...