Pembagian Kios Pajak Pangururan Sempat Ribut, Hal Ini Penyebabnya  

0
604
Suasana pembagian Pasar Pangururan yang sempat ribut.(foto/hst)
Dijual Rumah

Buktipers.com-Samosir(Sumut)

Pembagian kios Pajak Pangururan sempat menimbulkan keributan sesama pedagang. Pemicunya, adalah adanya pedagang dari luar daerah yang sebelumnya suda berdagang di lokasi pajak.

Pedagang dari luar dimaksud, ada yang dari Sidikalang, Kabanjahe, Dolok Sanggul dan daerah lainnya. Namun akhirnya, keributan berhasil mereda setelah sesama pedagang mendapat penjelasan dari pihak pasar.

Informasi diperoleh, diperkirakan pedagang yang berasal dari luar berjumlah 36 orang, dan  sebelumnya sudah berdagang di pasar tersebut sebelum direnovasi.

Pembagian pasar Pangururan yang baru direnovasi itu, dilakukan Kabid Perpajakan Lasfayer Sipayung, Senin (19/11/2018). Diketahui, pembagian kios untuk para pedagang-pedagang yang sebelum direnovasi sudah berdagang di pajak itu.

Sebelum dilaksanakan pembagian kios, Lasvayer mengimbau supaya semua dalam keadaan aman dan tentram, serta tidak ada yang ribut.

“Saya berharap demi keamanan dan ketentraman, dalam proses pembagian kios ini sesuai dengan nomor  yang sudah ditentukan. Segala sesuatu yang kurang, akan kita cari solusinya, sesudah nanti kita bagi para pedagang jangan lupa hak dan kewajibanya. Semua keluhan akan kita tanggapi, setelah nanti bangunan pajak yang baru siap dikerjakan, kita akan bagi sebahagian di sana,” katanya dengan nada tegas.

“Kita sebagai pedagang yang merupakan pengecer, tidak keberatan dengan adanya pedagang dari luar Samosir, akan tetapi kalau mereka merupakan suplayer ada baiknya dibuat lokasi khusus buat mereka,” tandas seorang pedang bermarga Naibaho.

Namun seorang pedagang dari 36 yang berasal dari luar daerah ini, boru Sinaga mengatakan, bahwa mereka sudah lebih dulu berjualan di pasar itu.

“Kami sudah dari dulu berdagang di tempat ini, kami selalu siap mematuhi segala peraturan di pajak Pangururan ini” ujar boru Sinaga singkat.

Setelah sebelumnya mengalami keributan, pihak dari bagian pajak akhirnya mengambil kebijakan demi keadaan yang aman, keluh kesah para pedagang akan dipertimbangkan berhubung pembangunan pajak yang baru belum siap dikerjakan.(Hst)

 

Editor : Maris