Pembangunan Rabat Beton Memakai Sirtu, Peratin Banjar Agung: Itu Sudah Seizin Pendamping

0
271
Pembangunan rabat beton Pekon Banjar Agung yang bersumber dari Dana Desa 2019. (Foto/Andi)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Peratin Pekon Banjar Agung, Kecamatan Waykrui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Fikri Yansah, mengakui, bahwa pembangunan rabat beton sepanjang 227×2,6 meter yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2019 iti, memakai material pasir batu (Sirtu).

Menurutnya, hal tersebut tidak menyalahi aturan. Karena Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sudah mendapatkan izin dari Pendamping Desa.

“Itu beritanya sudah kamu kirim, ya ngak apa-apa, saya nggak takut. Karena sebelum itu dikerjakan, TPK sudah bertanya dengan pendamping, salah tidak kalau kita pakai sirtu. Pendamping mengatakan tidak, artinya pekerjaan TPK itu sudah mendapatkan izin dari pendamping,” terang Fikri, kepada wartawan, di kediamannya, Kamis malam (28/11/2019).

Katanya, semenjak ia menjabat sebagai peratin, seluruh pembangunan yang bersumber dari DD, sepenuhnya diserahkan kepada TPK.

“Sejak saya menjabat peratin, untuk urusan  pembangunan dan keuangannya selalu saya serahkan sepenuhnya sama TPK dan bendahara, kerena memang itu gunanya TPK  kita bentuk. Silahkan tanya kepada seluruh masyarakat saya,” ungkapnya.

Material sirtu yang dipakai dalam pembangunan rabat beton Pekon Banjar Agung. (Foto/Andi)

Terpisah, Muhammad Ruzwan, selaku Pendamping Desa Kecamatan Waykrui, ketika dikonfirmasi, tidak menampik pernyataan peratin.

Akan tetapi, ia juga berkilah, bahwa pihak peratin dan TPK Pekon Banjar Agung, salah dalam mengartikan penyampaiannya.

“Jadi begini pak, pada awal pekerjaannya itu saya tidak ada di lokasi karena lagi ada kerjaan. Waktu saya ditelpon pertain, karena ada masalah, saya mengecek lansung ke lapangan. Disitu memang saya lihat ada sirtu, tapi sirtu itu untuk lapisan di atas timbunan tanah, bukan untuk adukan. Karena untuk rabat adukannya memang pakai seplit,” kilahnya melalui sambungan telponnya, Jumat (29/11/2019).

Ia juga begkilah, baru mengetahui hal itu setelah mendapatkan konfirmasi lansung dari  TPK Pekon Banjar Agung.

“Tadi juga TPK-nya menelpon saya, untuk konfirmasi lansung mengenai hal itu. Dan saya menanyakan kenapa sirtu itu dipakai dalam adukan semen, kata saya,” pungkasnya

(Andi)