Pembelian Avanza dari Dana Bumdes Kuta Batu Simpang Kanan Diduga Markup dan Sempat Ditegur Camat

0
947
Mobil Avanza yang dipersoalkan.
Dijual Rumah

Buktipers.com – Aceh Singkil

Kucuran  anggaran BUMK yang berasal dari dari Dana Desa tahun  2018, diperuntukan membeli kendaraan second roda empat, yaitu  mobil Avanza tahun 2013 seharga  Rp. 200.000.000- yang sebelumnya diusulkan oleh Agunawan, selaku kepala desa terdahulu yang berakhir 2018 lalu.  Kini program desa Kuta Batu, kecamatan Simpang Kanan, kabupaten Aceh Singkil  tersebut, dilanjutkan oleh PJ Kepdes Kuta Batu, Sayuti Nasution, Jumat (25/1/201).

Kucuran dana sebanyak 200.000.000 untuk dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang diketuai Dedi, warga desa Kuta Batu, anak dari PJ Kepdes Kuta Batu, Sayuti Nasution, dan sekretaris, Sukri Malau, warga Sebatang, kecamatan Gunung Meriah Bendahara, dinilai markup atau penggelumbungan anggaran yang tidak sesuai harga dan tahun mobil yang dibeli.

Pasalnya, menurut  keterangan ketua BUMK, Dedi kepada Buktipers.com, ketika dikonfirmasi, di rumah orang tuanya, juga dihadiri beberapa orang, termasuk kedua orang tuanya sendiri, menerangkan kronologi awal sejak penarikan dana desa TA  2018 termin (3) tiga, dari  Bank BPD Aceh, sejumlah 420.000.000. Dimana 220.000.000 diperuntukan membayar honor perangkat desa dan kebutuhan lain, selebihnya diplotkan untuk pembelian Avanza tahun 2013 seharga 200.000.000.

Masih kata Dedi, ia sama sekali tidak mengetahui berapa harga sesungguhnya, dikarenakan dana sebanyak Rp200 juta itu, diserahkan kepada sekretaris BUMK, Sukri Malau, warga Sebatang, kecamatan Gunung Meriah.

Wawancara sama mantan gecik dan Babinsa juga tokoh masyarakat.

Sementara itu, Riduansyah, ketua LSM LIDIK, pertanyakan secara detail, tentang tugas dan fungsi masing-masing perangkat BUMK. Dimana dari keterangan ketua BUMK, Dedi, tidak memberitahukan atau menyerahkan terlebih dahulu secara prosedur ke bendahara BUMK.

Dedi menambahkan setelah beberapa hari penarikan dana sejumlah 200.000.000 dari Bank BPD, dia dan Sukri Malau, berangkat ke Subulusalam untuk menemui salah satu agen mobil.

Kelang berapa jam, mobil dan surat – surat  kendaraan disertai surat jual beli dengan harga Rp195 juta, diserahkan kepada saya, jadi saya tidak tau harga sebenarnya, kata Dedi, dengan nada gagap dan wajahnya pun terlihat murung.

Orang tua Dedi, juga selaku Pj Kepdes Kuta Batu, menjelaskan terkait dana desa Kuta Batu. Katanya,  sudah ada undangan dari Polsek Simpang Kanan, guna menjelaskan sejumlah persoalan terkait dana desa Kuta Batu. (RM tim)