Pemekaran P3A Dusun V Desa Bengkel Diduga Ada Campur Tangan Pihak Pemerintahan Desa

0
6
Miswanto, Kepala Dusun V, dan sekaligus Ketua P3A baru Dusun V.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Dusun IV Desa Bengkel, sebenarnya sudah terbentuk dan masih aktif.

P3A bertujuan mendayagunakan potensi air irigasi yang tersedia didalam petak tersier atau daerah irigasi pedesaan berguna untuk kesejahteraan masyarakat tani.

Namun, sangat disayangkan, pemekaran P3A yang baru berada di Dusun V Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai kembali dibentuk, seolah – olah terkesan mendadak seperti dipaksakan.

Hal tersebut dikatakan Sopyan (55), selaku Ketua P3A yang lama, kepada media, Kamis (14/4/2022) sore.

Menurut Sopyan, dirinya tidak mengetahui adanya pembentukan P3A yang baru. Saya tau informasinya dalam bulan – bulan terakhir ini, katanya.

Padahal, P3A Tirta Sari dusun IV yang saya ketuai memang sudah terbentuk, masih aktif dan masih berjalan, tambahnya.

Sebelum pemekaran P3A yang baru di dusun V ini terjadi, tugas pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan air di petak sawah di Desa Bengkel ini juga berjalan lancar.

Dan sekarang, P3A yang baru di dusun V itu saya rasa tidak melalui musyawarah, sebab mendadak tanpa diketahui atau pun melibatkan pengurus P3A Tirta Sari yang lama, ungkapnya.

Apalagi setahu saya untuk posisi ketua di P3A yang baru terbentuk itu diketuai oleh Kepala Dusun V. Oleh karena keadaan ini, anggapan kita tentang pembentukan P3A di dusun V yang baru, mungkin punya tujuan tertentu oleh Pemerintahan Desa Bengkel, katanya lagi.

“Padahal setahu saya, pengurus P3A tidak boleh diambil dari perangkat desa,” pungkas Sopyan.

Sebelumnya, Ketua P3A Dusun V Desa Bengkel yang baru, Miswanto mengatakan, pemekaran (pembentukan) P3A ini dikarenakan berdasarkan luas areal sawah yang ada di Desa Bengkel yang dimana luas lahan tersebut lebih kurang seratus hektar dan memungkinkan adanya pemekaran P3A baru.

Selain itu, lahan yang berada di Dusun IV dengan lahan yang ada di Dusun V arealnya berbeda luasnya. Kedua hamparan ini tersekat oleh tanaman sawit dan juga jalan, jelas Miswanto kepada awak media, Kamis (14/4/2022) siang.

Selain itu, sebelumnya P3A yang ada di dusun IV, kata Miswanto, sudah vakum tak berjalan, sehingga untuk menutupi hal itu kita bentuklah P3A yang baru di Dusun V ini.

Dan langkah yang kita ambil ini, sesuai arahan dari pihak pendamping.

Selanjutnya, awak media menanyakan kepada Miswanto, perihal tentang rangkap jabatan sebagai kepala dusun dan sekaligus sebagai ketua P3A di dusun V, iya pun membenarkan.

 

(ML.hrp)