Pemeliharaan Jalan Provsu Jurusan Siantar – Tanah Jawa Diduga Mark-Up

0
1068
IMG-20171012-WA0001

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Pemeliharaan pada badan jalan lintas sumatera (Jalinsum) jurusan Kota Siantar – Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, persisnya di Nagori Marubun Bayu, Kecamatan Tanah Jawa, diduga dikerjakan pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pekerjaan Umum (PU) Pematangsiantar milik Dinas PU Provinsi Sumatera Utara (Pempovsu) di Jalan Ade Irma Kota Siantar, tidak sesuai dengan spesifikasi pemeliharaan jalan dan hotmix atau dimark-up.

Pasalnya, fakta di lapangan lubang- lubang yang akan diperbaiki atau ditambal sulam, cukup disiram plinkut/emulsi (perekat) tanpa proses patching. Dan bahkan air yang tergenang dan debu-debu yang ada dalam lubang tidak dilakukan pembersihan seperti penggunaan kompresor dan kupasan serta pengeringan air yang tergenang, padahal sebagian lubang sudah sedalam sekitar 10-15 cm, sehingga dengan itu dapat merusak pondasi lapisan hotmix.

Fakta lainnya, di lapangan, Rabu (11/10/2017) sekira pukul 02.40 WIB, pekerja penyiraman cairan perekat menyiram menggunakan gayung dan tidak membentuk persegi empat memanjang. Selain itu, babyroller, yakni alat pemadat material hotmix yang dihampar ke dalam lubang diduga tanpa Vibrator dan juga material Hotmix yang sudah dingin/suhu dibawah ketentuan penggunaan Hotmix biasanya.

Rudi Sanjaya, warga Kabupaten Simalungun dan merupakan salah satu pemerhati konstruksi jalan di Kota Siantar -Simalungun, menanggapi persoalan tersebut mengatakan bahwa perlakuan pemeliharaan jalan tersebut banyak penyimpangan.

“Semestinya pemeliharaan jalan tergolong rusak sedang harus dilakukan patching dan penyemprotan sebelum ditaburi perekat, bahkan pemeliharaan yang dilakukan oleh dinas PU Bina Marga dan Konstruksi sepertinya hanya pormalitas pengambilan dokumentasi kerja saja dan laporan ke Dinas serta hanya untuk menyerap anggaran dan menghamburkan dengan sia-sia,” ujarnya.

Seorang pekerja yang dimintai keterangannya mengatakan beginilah cara kerja kami disuruh Kepala seksi (kasi-red) Pemeliharaan yang bernama Oktavianus di UPT PU Bina Marga dan Konstruksi yang berkantor di Jalan Ade Irma Pematangsiantar karena kegiatan ini swakelola tidak sama dengan kegiatan pihak rekanan, cetus pekerja tersebut.

Ketika dicoba dikonfirmasi melalui telepon kepala UPT PU Bina Marga Konstruksi, Marton Batubara belum didapat keterangan terkait kegiatan tersebut. Kepala UPT PU tersebut, dinilai tertutup kepada wartawan dan menutup informasi kegiatan UPT PU Bina Marga dan Konstruksi Pematangsiantar.(Rs/Red)