Beranda Nasional Pemerintah Akan Hapus Golongan Listrik 900 VA hingga 2.200 VA

Pemerintah Akan Hapus Golongan Listrik 900 VA hingga 2.200 VA

477
0
IMG_20171111_121413
Loading...

BuktiPers.Com – Jakarta (DKI)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus daya listrik di bawah golongan 4.400 Volt Ampere (VA). Sehingga, pelanggan rumah tangga hanya akan menjadi satu golongan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebutkan, penghapusan golongan pelanggan listrik dengan daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA tersebut sebagai upaya agar masyarakat bisa menikmati listrik dengan daya yang lebih besar. Dengan begitu, masyarakat dipastikan tidak lagi mengalami mati lampu akibat daya listriknya yang tidak mencukupi.

“Misalnya tiba-tiba pasang setrika, listriknya mati karena dayanya kurang. Nah, sekarang mau dinaikkan dayanya,” ucap dia di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/11/2017).

Baca Juga!  Paripurna DPRD Serdang Bedagai Setujui LPP APBD 2017 Dan 3 Ranperda

Saat ini, kelas golongan pelanggan PLN non-subsidi adalah golongan Rumah Tanggal (R-1) 900 VA-RTM (Rumah Tangga Mampu), 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Penghapusan kelas golongan pelanggan itu dilakukan karena batas jarak dayanya sangat dekat, yakni 900 VA, 1300 VA dan 2200 VA.

“Untuk yang subsidi, tidak berubah. Untuk yang ini, (rencana) harga per KwH-nya tetap sama,” sebutnya.

Adapun terkait biaya pemasangan perubahan daya masih dibahas dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sementara itu, pengamat Energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa menyatakan, ide penyederhanaan golongan pelanggan listrik ini membuat administrasi pelanggan lebih sederhana, demikian juga dengan penghitungan tarif.

Baca Juga!  Bimtek KPPS Kecamatan Pinangsori : Penyandang Distabilitas Harus Di Utamakan

Dengan meningkatkan daya tersambung, kata Fabby, masyarakat bisa menggunakan listrik secara bebas dan lebih banyak. Dengan begitu, hal ini juga bisa menekan pemborosan konsumsi listrik apabila tidak digunakan secara hati-hati. (Kmps/Red)

Loading...