Pemerkosa Gadis SMP di Lapas Bali Ditangkap Saat Lamaran

0
177
Fausi, pelaku pemerkosaan gadis 14 tahun di Lapas Karangasem. (Foto: Istimewa)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Karangasem

Pemerkosa gadis SMP di lapas Karangasem, Bali, Muhammad Fausi (30), sempat menjadi buron dan dikenal lihai mengendus gerak-gerik polisi. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, nasib Fausi apes juga saat akan menjalani momen bahagianya.

“Korban ini kan diculik dari sekolahnya ini. Begitu kita kejar (pelaku) terlalu licin, lincah menghindari kita. Makanya kita bersabar begitu susun strategi diajak kerja sama keluarga akhirnya mau, pagi-pagi (tadi) sempat makan setelah itu tiba-tiba kami (bekuk),” ujar Kanit Reskrim Polsek Karangasem Iptu I Wayan Gede Wirya via telepon, Jumat (15/2/2019).

Wirya menuturkan, selama pengejaran, pelaku selalu berpindah-pindah lokasi. Residivis kasus pencurian dan penjambretan itu pun diakui licin.

“Begitu mau kita tangkap dia tahu duluan dan lari ke Denpasar. Kemudian, kami dengar informasi ada rencana dia menjemput si korban, karena terlambat waktu kami jaga jalur Denpasar, tiba-tiba ia lewat Singaraja sampai di Singaraja kami kehilangan jejak dan lolos,” imbuh Wirya.

“Kami minta bantuan di KP3 Gilimanuk, nasibnya mujur ada kapal karam sehingga (batal) lolos ke Jember. Kami dengan pendekatan baik dengan keluarga bahwa korbannya anak-anak, akhirnya diminta bantuan agar pelaku meminang (korban) dan dia datangnya malam,” jelas Wirya.

Polisi pun memutar otak untuk mengelabui Fausi. Akhirnya dengan bantuan keluarga yang meminta Fausi melamar FN (14), residivis itu berhasil diciduk di rumahnya di Lingkungan Segara Katon, Karangasem.

“Informasi tadi jam 15.00 Wita kami melakukan penggerebekan di Karangasem saat datang melamar membawa keluarganya 7 orang. Tadi jam 18.00 Wita kami lakukan penahanan,” terang Wirya.

Fausi pun pasrah ketika digelandang ke Mapolsek Karangasem. “Waktu diperiksa dia mengakui perbuatannya,” ujar Wirya.

Fausi kini ditahan di Rutan Polres Karangasem. Dia dijerat pasal 81 jo 76 d Undang-Undang No 35 Tahun 2014.

Sementara itu, pihak Kalapas Karangasem Rochkidam membantah peristiwa pemerkosaan itu terjadi di ruangan besuk lapas. Namun, jika terbukti ada pegawainya yang terlibat, dia akan menindak tegas.

“Ruangan besuk lapas kita itu nggak boleh ada yang masuk nyeberang ke sana baik penghuni maupun pengunjung, tidak mungkinlah. Kedua dilakukan apalagi hari Minggu. Namun ketika dilakukan hari minggu dan ada pegawai yang memfasilitasi mudah-mudahan Pak Kakanwil (Sutrisno, red) bisa saya minta untuk yang bersangkutan dipindahkan jauh dari Karangasem,” ujar Rochkidam.

Sumber : detik.com