Pemerkosa Putri Kandung Tewas Dikeroyok Tahanan Lain, Ini Penjelasan Kapolres Sergai

0
106
Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Robinson Simatupang saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Robinson Simatupang SH, M.Hum, menjelaskan koronologis tewasnya seorang tersangka kasus cabul, berinisial TS (43), warga Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Sergai, melalui konferensi pers, pada Sabtu (26/9/2020) malam lalu, pukul 20.00 WIB.

Dijelaskan Kapolres, bahwa pada hari Jumat, 25 September 2020, sekitar pukul 13.30 WIB, masyarakat menghakimi tersangka TS diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap putri kandungnya, sehingga diamankan Kepala Desa Gempolan dan menyerahkannya, ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Sergai.

Selanjutnya, berdasarkan laporan Polisi dilakukan penahananan terhadap tersangka, di RTP Polres Sergai. Tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1),(2),(3) Jo Pasal 76 D Subs Pasal 82 Ayat (1) (2) Jo Pasal 76 E dari UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.

Kemudian, pada Sabtu, 26 September 2020, sekitar pukul 00.40 WIB, petugas Piket Jaga Tahanan mendengar keributan dari dalam sel dan salah satu tahanan, melaporkan kepada petugas kalau tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak.

Sehingga tersangka dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan, namun sekitar pukul 06.10 WIB, nyawa tersangka tidak tertolong lagi dan meninggal dunia. Selanjutnya diotopsi di RS Bhayangkara Medan.

“Akibat kematian tersangka, penyidik Polres Serdang Bedagai telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahanan 1 Blok yang berjumlah 47 tahanan,”ujar Kapolres yang saat itu didampingi Wakapolres Sergai, Kompol Sofiyan, SH, KBO Sat Intelkam, IPTU Tobat Sihombing, Kanit Sat Reskrim, IPDA BD. Sitorus, SH, MH, dan Kasat Tahti Polres Sergai, IPTU T. Hutagalung..

Dari hasil pemeriksaan, diketahui, bahwa 17 tahanan mengaku tidak suka dan benci terhadap tersangka dan merasa arogan, karena telah melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri.

Ditambah sel tahanan over kapasitas, sempit, padat dan pengap, mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi, terang Kapolres.

(ML.hrp)