Pemilik Lapo Tuak yang Tembak Pipi Penjaga Malam Cuma Divonis Setahun Penjara

0
3
Majelis Hakim PN Medan saat menyidangkan terdakwa Hot Matulitua Sinaga? Pemilik Lapo Tuak Naganteng yang viral karena menembaki pipi seorang penjaga malam. TRIBUN MEDAN/GITA NADIA TARIGAN
Dijual Rumah

Medan, buktipers.com – Masih ingat dengan Iqnatius Hot Matulitua Sinaga? Pemilik Lapo Tuak Naganteng yang viral karena menembak pipi seorang penjaga malam secara bertubi-tubi kini divonis satu tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Majelis hakim yang diketuai Arfan Yani menyatakan lelaki 44 tahun itu terbukti bersalah melakukan penganiayaan biasa.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Iqnatius Hot Marulitua Sinaga  oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun. Menetapkan masa penangkapan dan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” kata hakim sebagaimana dilansir Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Medan, Selasa (14/6/2022).

Majelis Hakim menilai perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana dakwaan subsidair penuntut umum, yakni Pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

“Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar hakim.

Diketahui vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmayani Amir yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU menuturkan perkara ini bermula pada hari Minggu 16 Januari 2022 lalu, saat saksi korban Juang Parlindungan Naibaho menerima telepon dari kepling setempat, dan menyuruhnya datang ke Pos Kamling dikarenakan ada masalah.

Dari jauh, Juang melihat saksi Hernawaty Sitompul (istri terdakwa) bersama dengan petugas jaga malam sedang berbincang-bincang dengan saksi M Ansari (kepling), kemudian M Ansari mengatakan kepada Juang ‘kek mana ini, soalnya ada yang komplin pemilik café’, kemudian saksi Hernawaty mengatakan ‘kalian pilih kasih’, lalu Juang menjawab ‘kita tidak ada pilih kasih, kita komitmen jam 12 tutup portal, kalau pun tadi portal terlambat ditutup itu kelalaian petugas, itu pun bisa kita peringatin atau kita ganti petugasnya’.

“Namun Hernawaty tetap tidak terima terhadap perkataan tersebut, kemudian Juang berjalan ke arah portal yang jaraknya sekitar 4 meter dari Pos Kamling, pada saat itu terdakwa tiba-tiba datang dari arah samping Pos Kamling dan menjumpai Juang sambil mengeluarkan 1 buah senjata yang menyerupai pistol shotfgun dari dalam tas sandang yang terdakwa gunakan,”ujar jaksa.

Kemudian, terdakwa langsung mengarahkan senjata yang menyerupai airsoft gun tersebut ke pipi kiri Juang, sambil mengatakan ‘kau gak tau saya, biar kau kenal saya siapa saya’, sambil terdakwa menembakkkannya ke pipi kiri Juang sebanyak 6 kali.

Kemudian, Juang melakukan perlawanan dengan cara menahan tangan kanan terdakwa, dan terdakwa terjatuh ke aspal, dan senjata terlempar lalu diambil oleh Hernawaty.

Hingga akhirnya kepling dan warga sekitar memisahkan keduanya.

“Akibat perbuatan terdakwa, Juang mengalami luka tembak pada pipi kiri hingga dirawat di Unit Perawatan Intensif di Rumah Sakit Bina Kasih Medan,” pungkas jaksa.

 

Sumber : tribunnews.com