Beranda Kriminal Pemkab Bungo Jambi Periksa 3 Kades Terkait Dugaan Setoran Tambang Emas Ilegal

Pemkab Bungo Jambi Periksa 3 Kades Terkait Dugaan Setoran Tambang Emas Ilegal

71
0
Ilustrasi tambang (Foto: REUTERS/Ivan Alvarado)

Jambi, buktipers.com – Pemkab Bungo, Jambi, memanggil tiga kepala desa di Kecamatan Pelepat usai peristiwa penusukan Kapolsek dan penyanderaan tujuh personel polisi saat razia tambang emas ilegal. Pemkab memeriksa tiga kades itu soal dugaan keterlibatan hingga ada tidaknya setoran ilegal ke para kades.

“Ada tiga kades yang kita panggil waktu itu, yaitu Kades Batu Kerbau, Kades Dusun Baru dan Kades Rantau Keloyang. Mereka kita panggil untuk kita mintai keterangan. Keterangannya berupa apa mereka ada terlibatkah atau ada mendapatkan setoran seperti itu,” kata Bupati Bungo Mashuri, kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Mashuri mengatakan dia memerintahkan Camat dan semua Kades di Pelepat untuk membuat komitmen memberantas tambang ilegal. Dia mengatakan aparat di kecamatan hingga desa harus membuat aman daerahnya.

Baca Juga!  Kasat Reskrim Polres Lingga Bantah Keras Dugaan Tutup Perkara Rp 20 Juta

“Seluruh kades di sepanjang aliran sungai Pelepat atau Kecamatan di Pelepat itu termasuk Camat-nya hari ini kita suruh buat komitmen sebagai langkah nyata pemerintah dalam berantas tambang emas ilegal. Jadi jika daerahnya mau aman ya harus mempunyai langkah yang baik dalam mengamankan daerahnya sendiri,” ujar Mashuri.

Mashuri memastikan ada sanksi bagi para perusak lingkungan. Dia mengatakan jika ada pegawai Pemkab Bungo yang terlibat, maka akan dipecat.

“Ya jelas, siapa pun yang merusak alam ya tetap ada sanksinya. Jika ada yang terindikasi terlibat dari pegawai yang ikut bermain di tambang itu maka kita pecat,” ucapnya.

Sejumlah polisi sebelumnya merazia aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo Jambi. Tindakan polisi diwarnai penusukan dan penyekapan oleh warga.

Baca Juga!  Pemilihan Ketua Pemuda Sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Ture Berjalan Dengan Aman Dan Kondusif

“Jadi kejadiannya seperti ini, awalnya anggota kita mendapatkan informasi dari warga di media sosial atas maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Bungo Jambi. Lalu anggota melakukan lidik dan kemudian turun ke lokasi. Sesampai di sana, aktivitas itu sudah ditinggalkan pekerja di sana. Namun kemudian tak berapa lama terjadinya aksi penyekapan itu,” kata Kapolda Jambi Irjen Firman Santyabudi, Senin (11/5).

Aksi penyekapan dan penusukan pada polisi itu terjadi pada Minggu (10/5) malam. Saat itu, setelah merazia lokasi tambang emas ilegal, polisi kemudian dihadang oleh ratusan warga laki-laki dan perempuan. Penghadangan itu terjadi di Desa Belukar Panjang, oleh masyarakat desa setempat hingga terjadi keributan antara petugas dan masyarakat desa.

Baca Juga!  2 Pelaku Pencuri Sarang Burung Walet Di Borgol Polisi

Saat terjadinya keributan, warga kemudian melakukan tindakan anarkis hingga menyebabkan kendaraan tim dari Polres rusak hingga menyebabkan Kapolsek atas nama AKP Suhendri mengalami luka tusuk. Tidak hanya itu, warga juga sempat menyekap tujuh polisi hingga akhirnya dapat dibebaskan petugas kembali. Kini, polisi telah memeriksa 21 orang terkait kasus ini.

 

Sumber : detik.com

Loading...