Pemkab Pesisir Barat Terus Konsisten pada Rencana Pembangunan Jalan Menuju Way Haru

0
4
Kondisi jalan menuju Way Haru, Kecamatan Bengkunat (Photo/Dok)
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Peningkatan kualitas jalan dan pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas program kerja Pemkab Pesisir Barat (Pesibar).

Priorotas tersebut lebih difokuskan pada wilayah-wilayah terisolir. Salah satunya, di kawasan Wayharu, Kecamatan Bengkunat.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) terus konsisten terhadap rencana pembangunan jalan di way haru, yang sejak Negara ini merdeka belum pernah merasakan jalan yang bagus.

Pekon Wayharu memang dikenal sebagai daerah paling terisolir di kabupaten setempat. Letaknya berada di tengah kawasan konservasi alam dan satwa liar Tambling.

Selain itu, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, membuat Pekon Wayharu sangat sulit dijangkau.

Butuh biaya besar dan keberanian tinggi. Lebih pasnya mungkin kenekatan untuk masuk ke kawasan Wayharu.

Tidak ada akses jalan aspal menuju ke sana. Satu-satunya,  harus menerobos lebatnya kawasan hutan dan medan berat di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan kawasan konservasi alam dan satwa liar Tambling.

Ojek sepeda motor dengan tarif Rp1,5 juta menjadi satu-satunya pilihan sarana tranportasi yang bisa digunakan. Dengan waktu tempuh mencapai lebih dari empat jam sampai ke pusat Pekon Wayharu.

Kalau untuk sampai ke-empat pemangku/dusun di Pekon Wayharu, waktu tempuhnya bisa lebih dari enam jam. Itu pun dalam kondisi jalan kering. Jika musim hujan, hampir pasti tidak ada ojek yang bersedia mengantar ke Wayharu.

Jalur laut menjadi alternatif lain untuk menuju kawasan Wayharu. Namun, kondisi dan resikonya tidak jauh berbeda dengan jalur darat. Jika lewat jalur laut, harus menyewa perahu motor menantang ganasnya gelombang samudera Indonesia dengan waktu tempuh bisa mencapai tiga jam.

Tarif sewa perahu dengan kapasitas lima orang, mencapai Rp2 juta. Itu pun masih tergantung kondisi cuaca. Jika cuaca ekstrim, seperti hujan dan angin kencang, pemilik perahu tidak berani mengatar menyeberang.

Dengan kondisi tersebut, tak mengherankan jika lebih kurang 4000 nyaris tak pernah menikmati hasil pembangunan.

Kendati demikian, Pemkab Pesibar tetap fokus dan berupaya maksimal agar pembangunan infrastruktur jalan dapat segera terwujud.

Jalalludin, Plt. Sekertaris Daerah (Sekda) Pesibar mengatakan, upaya memberikan hak yang sama bagi masyarakat terus kita lakukan.

“Pekon way haru, Bandar Dalam, Siring Gading, dan Way Tiyas mereka bagian dari Pesisir Barat, berbagai upaya terus dilakukan, 3 tahun Kepemimpinan bapak bupati Agus Istiqlal telah dibuktikan dengan pembukaan badan jalan dari Way Heni menuju Way Haru, kami konsiten, mudah-mudahan secepatnya kita dapat meningkatkan pengerasan jalan tersebut,” kata jalal.

Dijelaskannya, saat ini Pemkab Pesibar masih menunggu jawaban usulan pembahasan dan pembuatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Pesibar dan  Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selata (BBTNBBS).

“Sebelumnya pada tahun 2020 sudah ada kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Pesibar dan BBTNBBS, namun PKS tersebut dibatalkan sepihak oleh BBTNBBS,”jelasnya.

Setelah PKS tersebut dibatalkan sepihak oleh BBTNBBS,  Pemkab Pesibar bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Bapak Bupati Agus Istiqlal langsung kirim surat ke KLHK, sudah diijinkan pengerasan jalan dengan panjang 10 Kilo meter serta lebar dua meter, lalu harus di tindak lanjuti melalui kesepakatan PKS antara Pemkab Pesibar dan BBTNBBS. Lucunya hingga saat ini, pihak pihak BBTNBBS belum mau melakukan kesepakatan PKS dengan berbagai alasan,”ungkapnya.

Pihaknya sangat berharap, perjanjian PKS tersebut segera terlaksana, sehingga perencanaan pembangun peningkatan jalan di Way Haru dapat segera dilakukan.

 

(Andi)