Pemkab Sergai Rapat Koordinasi Penanggulangan Wabah Hog Kholera

0
198
Pemkab Sergai menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait penanggulangan wabah hog cholera, Rabu (13/11/2019), di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, di Sei Rampah.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait penanggulangan wabah hog cholera, Rabu (13/11/2019), di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, di Sei Rampah.

Bupati Sergai, Ir H Soekirman melalui Sekdakab H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP  mengatakan, virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius, seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati, di Sumatera Utara (Sumut).

Seperti pernyataan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, katanya.

Menurut Dinas Ketahanan Pangan Sergai, lanjutnya, Kabupaten Sergai merupakan salah satu daerah yang terkena dampak cukup serius. Hal itu ditandai dengan sekitar 894 ekor ternak babi yang mati, di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebing Tinggi, ujarnya.

Masalah bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari benua Afrika ini, namun juga perilaku tak bertanggungjawab oknum-oknum peternak yang sembarang membuang bangkai babi di sungai. Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai, ungkap Sekda.

Semestinya kita sebagai aparatur pemerintah, supaya lebih tanggap dan responsif untuk melakukan penanggulangan wabah hog cholera ini secara komprehensif, katanya.

Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral, yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah virus hog cholera dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumut, harapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Panisean Tambunan S.Sos, melaporkan, bahwa Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengambilan sampel air Sungai Bedagai, pada hari Senin (11/11/2019), lalu, di Dusun I Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin dan telah memeriksakan air sungai tersebut ke Laboratorium Mutu Agung Lestari Medan serta akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja.

Sementara, Kadis Ketahanan Pangan Sergai, M Aliuddin, SP, MP, dalam laporannya, menyebutkan, menurut data yang dimiliki pihaknya, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 Kecamatan  mencapai 31.626 ekor.

“Dari data di atas, kematian ternak babi yang terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam 5 kecamatan di 9 desa,”ujarnya.

Sebagai langkah tindakan cepat, Aliuddin mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai, serta posko di setiap kecamatan.

“Kami berharap kepada Camat dan Kepala Desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami,”pesannya.

Tampak hadir, Kepala Balai Veteriner Medan, drh. Agustia, MP, Direktur Kesehatan Hewan, Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian, drh. Arif Wicaksono, Asisten Ekbangsos, Ir. Kaharuddin, Kadis Kominfo, Drs. H. Akmal, AP, MSi, jajaran Kepala OPD, dan unsur Muspika Sergai.

(ML.hrp/Rls)