Pemkab Simalungun Dukung Gerakan Tanam Serentak Kedele Tahun 2017

0
760
Wakil Bupati bersama, ketua Komisi II DPRD, perwakila Dirjen tanaman pangan dan holtikultura, Kadis Pertanian, perwakilan dari provinsi dan camat P Pane melakaukan penanaman benih kedela

BuktiPers.Com – Simalungun (Sumut)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mendukung peningkatan produksi kedele dalam negeri tahun 2018 yang merupakan program pemerintah pusat melalui gerakan tanam serentak kegiatan Kedele APBN-P tahun 2017 di 20 provinsi.

Sebagai bentuk dukungan tersebut Pemkab Simalungun menyiapkan lahan seluas 5000 hektar yang terhampar di 28 kecamatan dalam tiga tahapan. Sebagai penanaman perdana kedele dengan varietas anjasmoro dilaksanakan pada Oktober tahun 2017 ini diatas lahan seluas 2 Hektar bekerjasama dengan kelompok tani sebegai pilot projek.

Untuk bulan Oktober 2017 ini direncakan akan dilaksanakan penanaman diatas lahan seluas 2000 hektar, selanjutnya pada bulan Nopember direncanakan penanaman seluas 2000 hektar serta di bulan Desember seluas 1000 hektar.

“Ini akan kita tanam di 28 kecamatan. Kita akan kawal dengan tekhnologi dan bantuan pupuk serta pestisida termasuk sistem penanaman. Oleh karena kegiatan ini kami sambut gembira, karna ini sebagai wadah untuk memacu dan memberi aprisiasi yang sangat besar kepada petani kita,” kata Wakil Bupati Simalungun Ir. H. Amran Sinaga, MSi saat melaksanakan tanam perdana bibit kedelai di lahan pertanian Batu XX Nagori Marjandi Embong Kecamatan Panombeian Pane, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (6/10/2017).

Wakil Bupati berharap kegiatan tanam seretak kedele tersebut, petani dapat memberhasilkan program tanam kedelai di Simalungun, karena pemerintah telah menyiapkan benih dan pestisida termasuk tenaga pendamping.

Meskipun Kabupaten Simalungun bukan sentra kedelai, Wakil Bupati mengatakan akan mencoba menanam kedelai dengan jangung secara tumpang sari dengan dibantu tekhnologi, tanpa mengurangi luas tanam jagung. Kepada petani dan masyarakat kelompok tani agar dapat bekerja keras dan bergotong royong dengan merencanakan pola tanam dan tertib tanam serta mengendalikan hama penyakit tanaman kedele.

“Mudah-mudahan produksifitas kedele bisa kita tingkatkan dengan adanya bantuan tekhnologi, benih dan pestisida,” tuturnya.

Mewakili Dirjen Tanaman Pangan, Pundu Tri Kurniawan SP dalam sambutannya antara lain mengarapkan bahwa Kabupaten Simalungun dapat meyumbang kedele, meskipun daerah ini tidak sentra tanaman kedela. “Kami akan bantu sarana pasca penen kedele nantinya,” katanya.

Sebelumnya Kepala Bidang tanaman pangan Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun Juliana Saragih melaporkan bahwa tanam serentak Kedele dilaksanakan di 20 provinsi dan 14 Kabupaten/Kota salah satunya Kabupaten Simalungun.

Juliana melaporkan, tanaman kedelai di Kabupaten Simalungun pada tahun 2016 seluas 514 Hektar, produksi 579,6 ton dan produktifitas 11,30 KW/Hektar. Rendahnya minat petani dikarenakan budidaya yang rumit, untuk itu Kabupaten Simalungun membutuhkan dukungan ketersediaan alat pengolahan lahan seperti cultivator, traktor, power threser, dryer agar produksi yang dicapai memenuhi criteria. (01/Red)