Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Pascabanjir Bandang

0
7
Tim gabungan menangani banjir bandang yang melanda 3 kecamatan di Sukabumi. (Foto dok BNPB).
Dijual Rumah

Jakarta, buktipers.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung 21 hingga 27 September 2020. Langkah itu pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Cicurug, Parungkuda dan Cidahu pada Senin (21/9) lalu.

Dalam keterangan BNPB, Rabu (23/9/2020), BPBD Kabupaten Sukabumi bersama TNI, Polri, Basarnas, dinas kabupaten terkait, sukarelawan dan masyarakat melakukan penanganan darurat di lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan kaji cepat pascabencana.

Tim gabungan juga melaksanakan upaya darurat lainnya seperti pertolongan, penyelamatan, pencarian dan evakuasi. Petugas sudah mendirikan dapur umum lapangan untuk melayani para penyintas. Mereka membagikan bahan baku makanan untuk diolah bersama.

Di samping itu, pembersihan material banjir bandang telah dilakukan secara manual dan alat berat sepaket dengan dump truck untuk mengangkut material dan lumpur. Pemerintah daerah setempat mengerahkan 2 unit milik Dinas PU Kabuoaten Sukabumi 1 unit dan Kodim 1 unit.

Akibat banjir bandang ini, tiga warga hilang terseret arus. Namun Selasa (22/9), dua warga sudah ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.

Tim gabungan menyusun rencana lanjutan untuk mencari korban hilang dengan membentuk 12 tim dan perluasan titik pencarian. Sedangkan korban luka, 10 warga telah dirujuk di rumah sakit setempat.

Data sementara per Selasa (22/9), pukul 23.00 WIB, BPBD Sukabumi mencatat tiga kecamatan terdampak dengan 11 desa dan 11 kampung. Total keluarga terdampak berjumlah 133 Kartu Keluarga/431 jiwa, dan mereka juga mengungsi.

Banjir ini juga mengakibatkan rumah rusak berat 47 unit, rusak sedang 41 unit, rusak ringan 45 unit, dan 5 jembatan rusak berat.

Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Provinsi Jawa Barat untuk hari ini, 23 September 2020, masih berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

 

Sumber : iNews.id