Pemkab Tubaba Dorong Penegakan Hukum Soal Dugaan Penggelapan Retribusi Parkir Pasar Pulung Kecana

0
22
Hendarwan,Kepalo Tiyuh Pulung Kencana.
Dijual Rumah

Tulang Bawang Barat,  buktipers.com – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba), melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, menyatakan, jika langkah yang diambil A. Syahnuri, pihak ketiga atau perpanjangan tangan pengelolaan retribusi parkir yang melaporkan Hendrawan, Kepalo Tiyuh Pulung Kencana atas dugaan penggelapan uang retribusi parkir Pasar Pulung Kecana, senilai Rp 140 juta lebih, sudah tepat.

Laporan yang dilayangkan oleh A. Syahnuri, melalui Kuasa Hukumnya, Ivin Aidyan Fernandez, SH, MH dan Hendra Dinades, SH, MH and Patners itu, didorong Dishub Tubaba agar proses hukumnya berjalan, sehingga pihak ketiga tidak merasa dirugikan. Dan retribusi parkir dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang maksimal, katanya.

“Iya memang Kepalo Tiyuh Pulung Kecana Hendrawan itu sudah dua kali kita undang untuk rapat resmi terkait retribusi parkir dari pasar-pasar,”ungkap Marwan Aziz, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tubaba, di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Marwan menyebutkan, Hendarwan selalu mangkir dari undangan rapat itu dan hingga saat ini dirinya baru tahu, jika retribusi parkir pasar tidak disetorkan ke pihak ketiga.

“Parkir Pasar Pulung Kencana itu objek retribusi parkir Pemda Tubaba. Saya kira tidak ada persoalan lagi, tiba-tiba dapet kabar, pak Syahnuri melaporkan Hendrawan ke Polda Lampung. Kami dari Pemda Tubaba mendorong, agar ada penyelesaian,”ucapnya.

Marwan Aziz yang didampingi Lukman, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Retribusi Parkir Dishub Tubaba menerangkan, dari awal Hendrawan dilantik menjadi Kepalo Tiyuh Pulung Kecana (2018), memang sudah menunjukkan gelagat mau menguasai hasil pajak maupun retribusi parkir, pada Pasar Pulung Kencana tersebut yang hasilnya dipergunakan secara pribadi.

“Waktu 4 hari Pak Hendrawan itu dilantik menjadi Kepalo Tiyuh, pihak ketiga sudah pernah ke rumahnya membahas soal itu, tapi Kepalo Tiyuh marah-marah. Kalau PAD retribusi parkir, Pemda terimanya dari pihak ketiga,”tukasnya.

 

(JN)