Pemko Malang Gelar Rakor Bahas Penanganan Konflik Sosial

0
175
Suasana rakor dan sinergitas penanganan konflik sosial, tampak Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, memberi sambutan.
Dijual Rumah

Malang, buktipers.com – Pemerintah Kota (Pemko) Malang melalui Bakesbangpol menggelar rapat koordinasi (Rakor) pembahas penangganan maupun pencegahan konflik sosial yang mungkin saja terjadi, Selasa (15/10/2019).

Acara yang digelar di salah satu hotel kawasan jalan Cipto kota Malang ini, tampak dihadiri Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Bakesbangpol, Polresta Malang, Dandim, FKAUB, Lurah, Camat dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam paparannya, pihak Polresta Malang menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan Kapolresta Malang, dalam kaitannya dengan pendekatan pada masyarakat untuk menjaga tidak timbulya konflik sosial.

Menurut KPO Intelkam Polresta Malang, mewakili Kapolresta mengatakan “program kerja yang selama ini dilakukan Kapolresta adalah melakukan pendekatan pada masyarakat dengan kegiatan seperti siskamling bersama masyarakat, berdialog dengan tokoh masyrakat dan tokoh agama serta cangkrukan bersama mahasiswa. Selain itu, Polresta bersama Dandim juga rutin melakukan acara silaturahmi bersama, untuk saling tukar informasi serta berkoordinasi terkait kejadian atau gejolak yang muncul di masyarakat juga langkah penanganannya,”terangnya.

Hal senada diungkap perwakilan dari Dandim kota Malang, Kapten ARH Imran. SH, yang mengatakan, bahwa konflik yang terjadi karena ada perbedaan individu, kebudayaan, kepentingan dan masalah sosial.

Terkait masalah itu maka Kodim melakukan langkah diteksi dini dengan progaram 3D (dekati, dengar, dapatkan info). Selain itu, juga ada langkah pencegahan dengan langkah lokalisir, lakukan sesuatu dan laporkan (3L), katanya.

Sebagai tahapan selanjutnya, kami melakukan langkah merapatkan barisan semua elemen yakni TNI dan Polri serta elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, tutupnya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, dalam wawancaranya setelah usai acara menegaskan “upaya terus menerus antara pemerintah kota, camat, lurah dan elemen masyarakat harus terus dijaga. Tidak urung kecepatan informasi kadang dapat menimbulkan konflik, namun hal ini dapat dikondisikan dengan kegiatan yang berbasis pada kearifan lokal seperti pertemuan RT, tahlil dapat menjadi brikade silaturahmi dan tentunya tetap di bawah pengawasan pihak kepolisian.

Kota Malang sebenarnya bukan daerah yang rawan konflik hanya dengan banyaknya mahasiswa yang datang untuk menempuh pendidikan, menimbulkan kemungkinan kerawanan, seperti misalnya rawan pencurian kendaraan bermotor dan masalah narkoba, “ungkapnya.

Maka dari itu, sinergitas semua elemen sangat dibutuhkan supaya situasi aman dan kondusif di Kota Malang selalu bisa terjaga seperti saat ini, akhirnya.

 

(Hermin/Red)