Beranda Hukum Pemprov Papua Meyakini 2 Penyelidik KPK Hendak Lakukan OTT

Pemprov Papua Meyakini 2 Penyelidik KPK Hendak Lakukan OTT

63
0
Kantor Gubernur Papua (Dok. Antara)
Loading...

Buktipers.com – Jakarta

Pemprov Papua membantah ada penganiayaan terhadap 2 penyelidik KPK saat mereka berada di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Pemprov Papua justru menyebut KPK hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada mereka.

Pada saat peristiwa, Sabtu (2/1) malam, Pemprov Papua dan DPRD Papua sedang melakukan pertemuan di hotel tersebut. Pertemuan berlangsung usai Pemprov Papua menyelesaikan pembahasan RAPBD Pronvinsi tahun 2019. Pemprov Papua mengklaim pertemuan itu dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

“Bahwa bersamaan dengan pelaksanaan agenda pertemuan tersebut, ternyata KPK telah menempatkan beberapa pegawai KPK untuk melakukan kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan dugaan akan ada tindakan penyuapan pada pertemuan dimaksud,” kata Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Pemprov Papua, Gilbert Yakwar, lewat keterangan tertulis, Senin (4/2/2019).

Baca Juga!  Setya Novanto Akhirnya Ditetapkan Tersangka Kasus e-KTP

Pemprov Papua meyakini hal itu usai mengecek HP milik 2 penyelidik KPK tersebut. Dua penyelidik KPK itu didatangi pihak Pemprov Papua yang merasa difoto.

“Hal tersebut dapat terbaca dari beberapa bukti-bukti berupa cuplikan komunikasi melalui WA yang berisikan informasi, gambar dan/atau foto semua peserta rapat beserta keterangan, termasuk barang-barang yang dibawa peserta rapat seperti tas ransel, yang senantiasa dilaporkan secara detail antara pegawai KPK yang satu kepada pegawai KPK lainnya dan/atau kepada atasannya yang tidak berada di tempat kejadian,” papar Gilbert.

Pihak Pemprov Papua lalu membawa 2 penyelidik KPK itu ke Polda Metro Jaya. Mereka juga membantah melakukan penganiayaan, melainkan dorong-dorongan.

“Bahwa terkait dengan isu penganiayaan kedua petugas tersebut sampai kepada tindakan operasi pada bagian hidung dan/atau wajah, perlu kami sampaikan bahwa hal tersebut adalah tidak benar karena tidak ada penganianyaan sebagaimana sampai kepada kerusakan fisik pada bagian hidung dan/atau wajah dimaksud,” kata Gilbert.

Baca Juga!  KPK Tanggapi Pengakuan Bowo Soal Diminta Nusron Wahid Siapkan Amplop

“Yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong karena perasaan emosional karena diduga akan melakukan penyuapan yang akan berakibat pada tindakan OTT dari KPK,” lanjutnya.

Pemaparan itu adalah penjelasan versi Pemprov Papua. Adapun KPK menyatakan dua pegawainya itu dianiaya saat bertugas dan sedang mengendus indikasi korupsi. Dugaan penganiayaan itu juga sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

“Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK, pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK,” tambahnya.

Baca Juga!  Hakim Merry Purba Ajukan Eksepsi Bantah Terima Suap SGD 150 Ribu

Sumber : detik.com

Loading...