Beranda Sumut Pemprov Sumut: Danau Toba Telah Penuhi 4 Pilar Geopark

Pemprov Sumut: Danau Toba Telah Penuhi 4 Pilar Geopark

126
0

Medan, buktipers.com – Danau Toba dinilai telah memenuhi empat pilar pembangunan dan pengembangan geopark serta siap menjalankan pengelolaan berkelanjutan dengan menganut prinsip konservasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ria Novida Telaumbanua mengatakan, sesuai dengan proyeksi dari Samodra tahun 2002 dan deklarasi di Hanoi pada 2011, empat pilar pembangunan dan pengembangan geopark tersebut yakni prokemiskinan, propertumbuhan, prokesempatan kerja dan prolingkungan.

Untuk prokemiskinan, pembangunan geopark harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan millennium, khususnya pengurangan kemiskinan.

“Pembangunan geopark tidak sekadar konservasi warisan geologi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal untuk mengurangi kemiskinan agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Medan, Minggu (29/12/2019).

Baca Juga!  M Husni : Pulau Berhala Sergai Miliki Banyak Potensi yang Bisa Dikembangkan

Dia melanjutkan, untuk propertumbuhan, pembangunan geopark harus berorientasi pada pertumbuhan sosial dan ekonomi seluruh pemangku kepentingan. Keterlibatan seluruh pihak dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian pembangunan dan pengelolaan geopark menjadi penting agar kebutuhan serta kepentingan terhadap pertumbuhan sosial ekonomi dapat terpenuhi.

Sementara prokesempatan kerja, pembangunan geopark dapat menghasilkan peluang ekonomi baru, khususnya di daerah perdesaan. Melalui geowisata, banyak peluang kesempatan kerja yang dapat dikembangkan, baik sebagai pekerja pada industri pariwisata, pengelola daya tarik wisata, pramuwisata, tenaga keamanan dan keselamatan, maupun peluang-peluang lainnya. Seperti penyediaan akomodasi, penjualan makanan dan minuman, serta cenderamata.

Yang tidak kalah penting, pembangunan geopark yang tujuannya menggali keterkaitan antara komponen keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya untuk kepentingan pendidikan, konservasi dan pertumbuhan perekonomian lokal.

Baca Juga!  Satlantas Polres Sergai Bagikan Masker, Vitamin dan Telur Rebus kepada Masyarakat

“Tentu saja harus mengedepankan prinsip- prinsip berwawasan lingkungan. Konservasi terhadap ketiga komponen pembentuk geopark tersebut merupakan hal yang mutlak dilakukan, tanpa mengesampingkan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Pada kesempatan ini, Ria juga menjelaskan tata cara penilaian status geopark. Disebutkan, geopark masih memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka status UNESCO Global Geopark masih dapat disandang untuk masa empat tahun ke depan. Artinya geopark tersebut mendapatkan kartu hijau.

Bila geopark sudah tidak memenuhi kriteria UNESCO Global Geopark, pengelola diberi waktu dua tahun untuk melaksanakan seluruh rekomendasi yang diberikan UNESCO. Status ini memberikan kartu kuning kepada Geopark. Sementara jika geopark tidak melaksanakan rekomendasi yang diberikan UNESCO dalam waktu dua tahun setelah mendapat kartu kuning, maka status UNESCO Global Geopark akan dicabut atau mendapatkan kartu merah.

Baca Juga!  Presiden Jokowi akan Tinjau Proyek Strategis di Samosir Selama 3 Hari, Ini Jadwal Lengkapnya

 

Sumber : iNews.id

Loading...