Penangkapan Residivis Narkoba di Desa Janji Nyaris Ricuh

0
18
Foto para pelaku yang diamankan Polisi.
Dijual Rumah

Labuhanbatu, buktipers.com – Penangkapan tersangka R alias Kombet (39), warga Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, nyaris ricuh, karena ada kerabat tersangka mencoba memprovokasi warga saat akan dibawa ke mobil.

Demikian disampaikan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti SIK, melalui  Kasubag Humas, Kompol Murniati, dalam press releasenya, yang dibagikan ke wartawan via pesan whatsapp, Senin (21/2/2021).

”Dimalam penangkapan tersangka R alias Kombet akan dibawa ke mobil, ada yang memprovokasi, sehingga nyaris ricuh,” paparnya.

Juga dijelaskan, di malam penangkapan tersangka, suasana gelap gulita.

Ada kerabat tersangka yang berupaya menggagalkan penangkapan dengan memprovokasi warga sehingga personil sat narkoba turun dengan kekuatan penuh, ungkapnya.

“Tersangka Kombet dan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,43 gram brutto, berikut uang tunai Rp 7.055.000 hasil penjualan narkotika ikut dibawa ke Mapolres guna pengembangan penyelidikan,”ujar Kasat Narkoba menjawab wartawan.

Penangkapan tersangka Kombet, berawal dari diringkusnya RSN (38), warga Desa Janji dengan barang bukti sabu 1,61 gram brutto dan satu unit timbangan elektrik.

Kemudian dikembangkan dan hasilnya, ditangkapnya ARN (25),  warga Desa Janji dan berikut barang bukti berupa uang tunai Rp 20.000 dan satu unit HP.

Tidak sampai disitu, kedua tersangka, ARN dan RSN “menyanyikan” Kombet saat dimintai keterangannya.

Nama Kombet sudah cukup dikenal, pasalnya dia merupakan seorang residivis kasus narkotika dengan vonis 4,8 penjara di tahun 2019.

Dari  tersangka ini disita narkotika sabu 1,43 gram brutto dan uang tunai Rp 7.055.000 hasil penjualan narkotika sabu.

Perlu diketahui, penangkapan di Desa Janji untuk kedua kali ricuh, dimana sebelumnya sekira bulan Oktober 2021, personil polsek NA IX X juga mengalami hal yang sama.

”Kami menghimbau masyarakat harus mendukung upaya pemberantasan pencegahan peredaran gelap narkotika (P4GN) dengan memberikan informasi tentang peredaran narkoba dan tidak terprovokasi saat petugas melakukan penindakan,”ujar Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu.

 

(Syafii Harahap)