Penderitaan Ibu Paenah, Perlu Bantuan Pemerintah Lumajang

0
227
IMG-20180115-WA0010
Loading...

BuktiPers.Com – Lumajang (Jawa Timur)

Rupanya kemiskinan di Jawa Timur cukup besar. Bukan hanya di Pamekasan, di beberapa daerah lain juga terjadi kehidupan memprihatinkan. Perlu didata kembali secara tepat jumlah rakyat miskin yang banyak luput dari perhatian negara dan pemerintah. Kendati cukup banyak orasi politik calon Kepala Daerah petahana yang menyatakan jumlah penduduk miskin di daerahnya terus menurun dan tinggal sedikit atau bahkan habis.

Seperti di Lumajang ini, hidup beralaskan tanah ternyata masih dijumpai pada kehidupan era modern seperti saat ini. Kondisi seperti ini dijalani oleh Paenah, warga Desa Jatimulyo Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur.

Rumah berdinding bambu dan beralaskan tanah tanpa jendela. Disitu hidup tiga perempuan, Nenek Panenah, anaknya dan Nuraini yang masih berusia 4 tahun.

Baca Juga!  PT Taspen Siantar Gelar Pasar Murah

“Mereka bertiga itu sangat membutuhkan penghidupan yang layak. Dan kalau seperti ini, negara harus hadir,” kata Nursamsi warga Kunir saat ditemui media waktu itu.

Dikatakan pula oleh Nursamsi bahwa rumah nenek Panenah itu sangat jauh dari pusat keramaian, alias pinggiran dekat laut selatan.

“Memang rumahnya berada dilahan milik negara. Anak perempuannya sudah ditinggal suaminya. Akhirnya mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengasak padi di sawah,” ceritanya.

Kedatangan Nursamsi, hanya untuk meringankan beban keluarga tersebut dengan menggalang dana, pakaian bekas layak pakai dan memberikan paket sembako.

Sementara itu, Camat Kunir, Sabar Santoso, saat ditanyai media seputar kondisi warganya, Senin (15/1/2018) sekira pukul 14:30 WIB mengatakan bahwa pada awalnya pihak kecamatan hanya berkonsentrasi pada penanganan gizi buruk anaknya.

Baca Juga!  PNS Kota Bogor Ikut Antrian Operasi Pasar Elpiji

“Namun sekarang kami sudah berada alhamdulillah, atas keadaan kesehatannya yang sekarang sudah jauh lebih membaik,” ujar Sabar.

Menurut Sabar, bahwa waktu itu, nenek Paenah, pada waktu itu, juga sedang menderita penyakit sesak nafas.

“Semua itu sudah tertangani. Jadi kami utamakan untuk kesehatannya lebih baik dulu, berikutnya akan menyusul kegiatan lainnya yang dapat membantu meringankan nasibnya,” paparnya lagi.

Untuk kondisi rumah, kata Sabar, nenek Panenah, memang sudah direncanakan dari pihak Desa dengan berswadaya pada tahun anggaran 2018 ini.

“Setidaknya, nanti perbaiki rumah nenek Panenah dibantu, paling tidak lantai rumahnya,” lanjutnya

Camat Kunir menegaskan kembali bahwa dari pihak Kecamatan, Desa, Bidan, Puskesmas Kunir, sudah maksimal dalam memberikan bantuan, khususnya penanganan gizi buruk dan neneknya yang pada waktu itu menderita sesak nafas. (Af/Lk/Red)

Loading...