Beranda Nasional Pendiri Demokrat Desak SBY Mundur, Ferdinand: Mereka Tak Tahu Diri

Pendiri Demokrat Desak SBY Mundur, Ferdinand: Mereka Tak Tahu Diri

58
0
Ferdinand Hutahaean. (Net)
Loading...

Buktipers,com – Jakarta

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat merespons dingin desakan mundur terhadap Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disuarakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat. Desakan itu dianggap tidak tahu diri sehingga tidak akan ditanggapi.

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menegaskan, Forum Pendiri Demokrat tidak punya hak suara untuk mengevaluasi kepemimpinan SBY. Mereka hanya lah kelompok yang ingin sekadar memanfaatkan situasi.

“Mereka ini menggunakan dan memperalat nama forum pendiri partai, sementara di mana-mana pendiri partai itu tak punya hak suara. Yang punya hak suara itu adalah DPD, dan DPC. Forum pendiri ini tidak ada di dalam AD/ART partai,” kata Ferdinand di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Baca Juga!  TERSANGKUT MASALAH NARKOBA, ADIK WALIKOTA MEMASUKI AGENDA PEMBACAAN TUNTUTAN

Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa 92/7/2019).

Dia menuturkan, DPP Partai Demokrat tidak ingin menanggapi kelompok ini. Bagi DPP mereka telah dianggap sebagai kelompok yang tak tahu diri, tidak paham aturan, dan ingin mencoba eksis di kancah politik.

“Mereka lupa bahwa mereka bukan siapa-siapa dan tidak punya hak suara. Istilahnya, mereka ini hanya kelompok yang sedang caper saja. Itu kelompok tak tahu diri,” ujarnya.

Sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatan ketua umum partai. SBY dinilai gagal mengangkat suara partai di pemilu.

Salah satu anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hengky Luntungan menyebut SBY tidak mampu mempertahankan perolehan suara partai Demokrat pada 2009 sebesar 20,40 persen. saat itu Demokrat keluar sebagai partai pemenang pemilu.

Baca Juga!  Team Pataru Holong Prioritaskan Santuni Fakir Miskin Dan Anak Yatim

“Hasil kerja SBY pada periode pertama gagal dari 20,40 persen menjadi 10,19 persen atau suara hilang 50,05 persen. Hasil kerja SBY pada periode kedua gagal lagi menjadi 7,77 persen atau suara hilang 61,91 persen. Artinya, dua kali ketinggalan kelas,” kata Hengky dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Selain Hengky, hadir dalam jumpa pers ini Subur Sembiring, Murtada Sinuraya, Akbar Yusuf Siregar, Suryadi, Sahat Saragih, dan Mustika Karim. Mereka pun mendesak segera digelar kongres luar biasa (KLB) partai.

Ferdinand menegaskan, terhadap ulah kelompok itu Demokrat akan menjatuhkan sanksi karena dianggap telah membuat gaduh. “Nanti mekanisme partai akan berjalan untuk memproses mereka ini secara aturan,” katanya.

Baca Juga!  Pilih Jalur Konstitusional, Demokrat Tak Terlibat di Aksi 22 Mei

Sumber : iNews.id

Loading...