Penerima BLT UMKM Kecewa Terhadap Pelayanan BRI Sei Rampah

0
131
Para pelaku usaha terlihat kecewa di depan kantor Bank BRI, lantaran pihak Bank melalui Security menyuruh mereka pulang.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pembagian dana Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil Menengah (BLT UMKM) atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 sebesar Rp.1,2 juta yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) KCP Sei Rampah, tepatnya di Ruko ABC Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, menimbulkan kekecewaan bagi banyak pelaku usaha, di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini dialami oleh Asmawati (33), warga Dusun I Desa Pelintahan, Kecamatan Sei Rampah, yang sudah bolak balik datang ke BRI Sei Rampah, hanya untuk mengambil formulir sejak Jum’at (16/4/2021) lalu, pukul 06.00 WIB sudah sampai, namun oleh Security di BRI, disuruh pulang karena ini hari terbatas pemberian formulirnya.

Padahal, saya sudah antri dari pukul 06.00 WIB, belum buka lagi Kantor BRI hingga pukul 11.00 WIB, eh malah disuruh pulang, katanya kesal.

“Antrinya sudah berjam-jam menunggu di bawah terik matahari. Tidak difikir pihak BRI Sei Rampah itu, bahwa ini adalah Bulan Suci Ramadhan, sungguh teganya mereka membiarkan saya dan rekan-rekan yang jauh-jauh menunggu tapi yang diterima hanya kekecewaan belaka. Sedih benar menjadi orang tak punya ini,” ungkap Asmawati saat menunggu, di halaman BRI Sei Rampah, Senin (19/4/2021).

Terus terang, saya sangat kecewa dengan pelayanan BRI Sei Rampah dalam penyaluran bantuan dana untuk pelaku usaha yang dinilai telah banyak mengecewakan pelaku usaha yang sudah sejak subuh antri, tapi toh disuruh pulang lagi untuk datang pada Selasa (20/4/2021), ungkapnya.

Sesuka hati mereka saja membuat jadwal dan menyuruh kami pelaku usaha yang membutuhkan dana tersebut, tambahnya.

“Mungkin saja pelayanan tersebut agak berbeda diberikan kepada pejabat pemerintah, sanak saudara dan orang dekatnya, itu lebih diutamakan. Saya hanya berharap, janganlah diperlakukan orang tak punya ini seperti gasing, putar sana – putar sini. Ini Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya dengan nada kesal.

Sudah anak ditinggal, subuh-subuh saya sudah sampai di BRI Sei Rampah, menagih janji yang disampaikan oleh Security, pada Jum’at pagi (16/4/2021) kemaren. Saya sampai subuh lho pak, sekitar pukul 06.00 WIB, hari ini Senin (19/4/2021), karena hari Jum’at kemaren, gagal juga mendapatkan formulir dan disuruh oleh Security agar datangnya pada Senin saja, ungkapnya lagi.

Nah, ini hari saya sudah datang, tapi malah disuruh datang lagi, pada Selasa (20/4/2021) dengan alasan sudah tidak ada formulir lagi. Security seenaknya saja menyuruh kami pulang dan datang. Sudah capek benar lho pak, tak ada rasa kasihan pihak menajemen BRI Sei Rampah, apa mereka tidak punya perasaan, ya?, kesalnya.

Sementara, di rumah anak terpaksa ditinggal pergi lagi tidur karena ingin mendapatkan formulir, tapi yang didapat tidak ada, mau menetes air mata menunggu berjam-jam, namun yang didapat kening berkeringat dan capek.

Sebab, sesampainya disini Security malah suruh pulang lagi. Jenuh dan memuakkan. Gimana pelayanan BRI Sei Rampah ini sungguh sangat mengecewakan sekali, katanya.

Diharapkan, Presiden RI Jokowi membantu warga miskin, jangan mau mengambil bantuan saja diputar seperti gasing.

Bolak-balik datang tapi tak kunjung dapat formulir. Ratusan orang setiap hari antri, kenapa tidak dibuat sistem yang mudah dan tidak merepotkan pelaku usaha, harapnya.

“Semestinya BRI Sei Rampah bisa ciptakan sistem yang sangat baik dalam memberikan pelayanan dalam menyalurkan dana bantuan untuk pelaku usaha,” ujar Diana Azri (30), warga Desa Makmur Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, saat berada di halaman BRI KCP Sei Rampah.

“Tidak disangka pelayanan BRI Sei Rampah memberikan pelayanan yang sangat memprihatinkan. Sedih benar nasib pelaku usaha yang sejak tiga hari bahkan empat hari menunggu hanya untuk mendapatkan formulir saja. Malang benar nasib ini,” imbuh Diana dengan nada sedih dan kesal.

Sedangkan Security BRI Sei Rampah, Milkidonas S yang dijumpai wartawan, di tengah keramaian pelaku usaha yang antri, terkait bolak balik calon penerima bantuan datang untuk ambil formulir, mengatakan, “memang benar, karena pada Jum’at kemaren terbatas hanya 40 orang dan untuk hari ini Senin (19/4/2021) juga terbatas hanya diterima 40 orang juga dan terpaksa yang belum dapat datang kembali besok Selasa (20/4/2021)”.

 

(ML.hrp)