Pengadilan Negeri Gunungsitoli Gelar Sidang Prapid Kapolres Nias

0
129
Lo'ozaro, sebagai pemohon (baju merah) dan pengacara, Budieli Dawolo.
Dijual Rumah

Gunungsitoli, buktipers.com – Sidang pra peradilan (Prapid) terhadap Kapolres Nias, terkait penghetian penyidikan kasus SKCK atas nama Herman Jaya Harefa, digelar Pengadilan Negeri Gunungsitoli (Gunungsitoli), Selasa (13/8/2019), dengan agenda pembacaan permohonan dan jawaban dari pemohon.

Majelis Hakim tampak membacakan jadwal persidangan hingga penetapan pembacaan putusan.

Sidang pada Rabu (14/8/2019) besok, agendanya jawaban atau tanggapan dari pemohon prapid dan pengambilan keterangan saksi dari pihak pemohon dan dari saksi termohon.

Sidang berjalan dengan aman dan lancar. Dan pemohon berharap doa dari warga Pulau Nias dan warga kota Gunungsitoli agar kebenaran terwujud  sesuai fakta.

Saksi utama, Sehati Halawa SH, MH, kepada wartawan mengatakan, dia menjadi saksi karena pada waktu melakukan penghinaan kepada Bupati Nias, Herman Jaya Harefa, melalui surat selaku ketua LSM, ternyata pengaduan tersebut tidak benar.

Sehingga Herman Jaya Harefa menjadi tersangka di Reskrim Polres Nias dan telah divonis oleh PN Gunungsitoli tahun 2010, lalu, satu tahun penjara dan dihukum percobaan selama 6 (enam bulan).

Dengan adanya putusan pengadilan, maka yang bersangkutan sudah termasuk mantan Narapidana.

Sehingga ada apa dengan SKCK yang dimilikinya ? Yang menjekaskan bahwa Herman Jaya Harefa tidak pernah terlibat dalam kriminal apapun.

(Lz)