Pengalihan Jalan Siantar – Parapat Pengemudi Rugi Waktu Dan Uang

0
774
IMG_20170819_061643

BuktiPers.Com – Pematangsiantar (Sumut)

Ditutupnya jalan menuju Kota Parapat yang berada di Kecamatan Girsang Sirpangan Bolon dianggap menyalahi dan terkesan menunjukkan kehebatan sang penguasa. Karena dengan dialihkannya jalan membuat kerugian kepada para pengemudi.

Hal itu diungkapkan Pendiri LSM SOPO Kristian Silitonga kepada awak media, Jumat (18/8/2017) di seputaran Simpang 4 Kota Pematangsiantar. Dikatakan Kristian kalau ditutupnya jalan pada hari Rabu dan Kamis yang lalu sangat berdampak kepada para pengendara, dimana para pengendara mengalami kerugian dari segi material dan juga waktu.

Tidak sedikit para pengemudi memilih istirahat di jalan menunggu jalan dinormalkan kembali khususnya mobil besar beroda 8 keatas. Karena jika mereka mengikuti jalur pengalihan bisa saja mobil mereka akan terkena macet panjang dan atau bisa saja musibah terjadi yang tidak diinginkan.

Ditambahkannya dengan beristirahatnya mobil sudah pasti menambah pengeluaran seperti uang makan dan minum bagi sopir dan kondektunya, dan itu merupakan kerugian material yang harus ditanggung pengemudi. Dan itu masih mobil barang, bagaimana dengan mobil angkutan umum lintas provinsi?

“Bayangkan mobil angkutan umum menuju medan harus dialihkan dari Kabupaten Dairi, berapa lama lagi waktu yang akan bertambah, dan berapa banyak lagi minyak yang harus dibeli? Kasihan para pengemudi,” kata Kristian.

Bahkan Kristian mengatakan kalau dalam pengalihan jalan tersebut merupakan kesalahan dari Kapolres Simalungun karena mau merekomendasi pengalihan itu. Sementara jalan tersebut merupakan Jalan Nasional yang harus dinikmati masyarakat khususnya pengemudi.

“Apakah acara di Parapat tersebut kedatangan pemimpin Negara Indonesia yang akan menginap 2 malam? Mirisnya ketika RI 1 saja ke Parapat, jalan tidak dialihkan. Kenapa acara upacara saja jalan dialihkan.” tanya Kristian yang merasa penutupan jalan tersebut janggal. (Rey/Red)