Pengamat Politik: Mosi Tidak Percaya Ketua DPRD Ganggu Pembangunan Kabupaten Sergai

0
2
Salah satu anggota DPRD Sergai dari Fraksi Hanura, Defriaty Tamba saat tinggalkan ruang paripurna.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Pengamat Politik USU, Dr Warjio menyampaikan, mosi tidak percaya merupakan hak anggota DPRD, namun dalam konteks Sergai, tentu saja mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD, dr. Riski Ramadhan Hasibuan akan menggangu proses Ranperda RPJMD.

“Otomatis akan menggangu pembangunan di Sergai,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, hal ini harus diselesaikan di tingkat pimpinan elit partai. “Dalam masalah ini adalah Partai Gerindra. Secara sistematik Ketua DPRD simbol kekuatan partai, jadi partai Gerindra sebenarnya yang akan banyak menentukan,”tutupnya.

Diketahui, bahwa Rapat Paripurna DPRD Serdang Bedagai (Sergai) tentang Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD 2021-2026, di ruang paripurna DPRD Sergai, di Sei Rampah, diwarnai interupsi, Jumat (9/7/2021).

Sejumlah anggota DPRD, meminta agar Ketua DPRD Sergai, dr. Riski Ramadhan Hasibuan yang sedang memimpin sidang diganti. Hal ini mereka sampaikan di hadapan Bupati Sergai, Darma Wijaya dan Wakilnya, Adlin Umar Yusri Tambunan.

Hujan interupsi dimulai dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang meminta pimpinan sidang diganti.

“Interupsi pimpinan, sebelum rapat paripurna ini kita mulai, kami dari Fraksi PAN meminta agar pimpinan sidang digantikan oleh Wakil Ketua DPRD lainnya, karena masalah mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD masih bergulir,”ungkap Junaidi, anggota DPRD Sergai dari Fraksi PAN.

Hal yang sama juga diungkapkan Khaidir dari PKB yang juga meminta agar pimpinan sidang diganti, sebab masalah mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Sergai masih belum selesai.

“Kami juga meminta agar pimpinan sidang diganti,”ungkap Khaidir.

Bahkan anggota DPRD ini juga mengancam akan walk out atau keluar dari persidangan jika paripurna ini tetap dipimpin oleh dr. Riski Ramadhan Hasibuan.

“Jika paripurna ini masih dipimpin oleh saudara Riski, maka kami akan walk out,” tegasnya.

Selanjutnya interupsi dilakukan anggota DPRD lainnya dari Fraksi PDIP, Zuhri Akhyar dan dari Partai Hanura, Defriaty Tamba.

Untuk menenangkan suasana, akhirnya rapat diskors selama 15 menit.

Rapat kembali dibuka pukul 12.00 WIB dan dipimpin kembali oleh Ketua DPRD Sergai.

Akhirnya sejumlah anggota DPRD Sergai, walk out dari rapat paripurna. Anggota DPRD yang keluar antara lain, Zuhri Akhyar (PDIP), Depriaty Tamba (Hanura), Khaidir (PKB), dan Junaidi (PAN).

 

(ML.hrp)