Pengamen Rambut Gimbal Hibur Pengunjung Warung Kopi

0
12
Ewin saat mendendangkan lagu dan tampak warga saat memberi uang.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Seorang pengamen berambut gimbal, hibur warga saat minum di kedai kopi, di jalan Merdeka Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (03/7/2022).

Pengamen tersebut diketahui bernama Ewin (42), warga Jalan Jamin Ginting Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Ewin menyanyikan beberapa lagu, lalu berpindah – pindah ke warung kopi lainnya.

Dengan berbekal gitar elektrik, dan alat sound system juga mic, Ewin dengan santai membawa beberapa lagu.

Mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan Ewin, tidak sedikit warga yang saat minum kopi memberi uang kepadanya yang mana telah tersedia tempat uang yang terpasang di kuping gitarnya.

Saat ditanya, sudah berapa lama ia memulai profesi mengamen, Ewin memulai hobinya mengamen sejak tahun 1997, dan pada saat itu ia masih menjadi anak Punk.

Saya mulai mengamen sejak tahun 1997 disaat itu masih lajang dan masih menjadi anak Punk di Medan, ucap Ewin lagi.

Ewin yang mempunyai istri bernama Lina dan memiliki dua orang anak ini dalam sehari mengamen bisa mendapatkan uang sekitar 200 ribu hingga 300 ribu rupiah.

Lanjut Ewin, profesi mengamenkan menghibur, yang penting kita tidak memaksa. Jika tidak diberi uang ya gak apa-apa, kita jangan mengeluh, yang penting kita tidak minta – minta, katanya.

“Lagipun, menghibur itukan ibadah, yang penting kita ikhlas,” pungkasnya.

Sementara, Ery Budi (49), warga Pekan Tanjung Beringin mengatakan, dengan adanya pengamen yang sesekali tampil di kedai – kedai kopi kita merasa nyaman, sambil minum kopi mendengarkan lagu, dan merasa terhibur. Lagi pun pengamen inikan baru sekali datang kesini, katanya.

Sementara, Ita (38) mengatakan, sebagai pedagang gorengan di kedai kopi, melihat dan mendengar pengamen yang menyanyikan lagu, kita sama sekali tidak terganggu, bahkan merasa sangat terhibur.

Pengamen berambut gimbal ini kan baru sekali datang mengamen disini, yang jelas kita semua di kedai kopi merasa terhibur, ucapnya.

 

(ML.hrp)