Pengawasan dan K3 Proyek Dermaga Rp24 M “Dipertanyakan”

0
476
proyek senilai Rp24 miliar untuk membangun dermaga di Samosir, saat ini sedang dikerjakan.(foto/H.st)
Dijual Rumah

Buktipers.com – Samosir (Sumut)

Warga Kabupaten Samosir patut merasa bangga atas kehadiran pembangunan dermaga di daerahnya.

Pembangunan dermaga itu pengerjaannya dipercayakan pada PT Umega Pratama dan sekarang masih tahap dikerjakan, dananya sebesar Rp24 miliar dari APBN.

Rekan-rekan media yang menjalankan fungsi kontrol sosialnya (fungsi pers), Kamis (1/11/2018) sekitar pukul 14.04 Wib, menjadi sedikit bertanya-tanya, dikarenakan saat di lokasi proyek, dan pekerjaan sedang berlangsung, tidak terlihat petugas pengawas proyek berada di lapangan.

Mata insan pers juga merasa tertarik mengamati material yang digunakan untuk bahan proyek tersebut. Soalnya, ada terlihat tumpukan pasir, tapi kelihatan seperti berwarna warni, kayaknya mirip pasir gunung.

Apa yang tertangkap mata kalangan insan pers ini, dicoba untuk dikonfirmasi, menanyakan kepada pelaksana proyek mengenai kualitas material itu, dan juga untuk menanyakan apakah material itu memenuhi standar kualitas/mutu?

Selain itu, sebagian fisik bangunan yang sudah dikerjakan, terlihat ada yang retak, sejauh ini tidak diketahui apa penyebap keretakan itu.

Tak hanya itu, para pekerja atau buruh bangunan saat kerja di lapangan, kayaknya tidak dilengkapi dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Hal ini terlihat saat berada di lokasi proyek.

Seorang petugas lapangan yang diduga sebagai orangnya pihak rekanan, bermarga Manik coba dimintai penjelasannya, mengenai petugas pengawas lapangan yang diduga tidak ada saat proyek dikerjakan, fisik yang retak dan K3 untuk para pekerja.

Inilah jawabannya; “Saya di sini sebagai Humas, pekerjaan ini diperkirakan sudah mencapai 80 persen,” ujar Manik yang mengaku Humas itu.

Kemudian saat ditanya soal pengawasan dari dinas terkait yang tidak ada dilihat di lapangan saat proyek sedang dikerjakan? Manik yang mengaku Humas itu mengatakan begini; “Hampir sekali seminggu dari Disbub Propinsi melihat pekerjaan ini,” katanya.

Sementara pihak Dishub Propinsi Sumut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon melalui M.Tobing mengatakan; “Langsung saja sama PPKnya lae, baru minggu yang lalu katanya dia dari situ,” ujar Tobing menjawab dari seberang.

Kemudian M.tobing memberikan nomor HP PPK dimaksud, tapi saat si PPK itu dikonfirmasi, nomor HP nya tidak dapat tersambung. (H.st)

 

Editor : Maris