Pengedar Sabu Dolok Masihul Digerebek di Kandang Ayam

0
66
Foto tersangka yang diamankan Polres Sergai bersama barang bukti.
Dijual Rumah

Sergai, buktipers.com – Zulkifli Matondang alias Zul (34), warga Lingkungan V Tanah Lapang, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), terpaksa harus mendekam, di balik jeruji besi Mapolres Sergai.

Pengedar sabu yang dikenal licin tersebut, berhasil diringkus Tekab Polsek Dolok Masihul dengan melakukan penggerebekan, di persembunyiannya, tepatnya di bangunan bekas kandang ayam rumah mertuanya, di Dusun V Tanah Lapang, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Selasa (13/10/2020) lalu, sekitar pukul 17.30 WIB.

Penggerebekan tersebit, dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Ipda Zulfan Ahmadi, bersama tim opsnal Polsek Dolok Masihul.

Dari hasil penggerebakan, Polisi berhasil mengamankan tersangka bersama  barang bukti, 1 (satu) buah dompet warna pink berisikan 1 paket yang dibungkus dalam plastik klip transparan ukuran besar diduga Narkotika jenis shabu dengan berat brutto 5,45 gram, 105  plastik klip transparan kosong, 1 unit timbangan elektrik, 1 baterai timbangan elektrik, 1 buah sekop yang terbuat dari pipet, 1 uang tunai Rp150 ribu serta  1 unit handphone merk Nokia.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, di dampingi Kapolsek Dolok Masihul, AKP J. Panjaitan, Jumat (16/10/2020) mengatakan, penggerebekan kepada terduga pengedar sabu dilakukan dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat, terkait aktifitas pelaku sering menjual belikan narkotika jenis sabu.

Atas laporan tersebut, kita tindak lanjuti dan melakukan penggerebekan di tempat bekas bangunan kadang ayam belakang rumah warga.

“Pelaku sering melakukan transaksi di tempat bangunan bekas kandang ayam, pelaku dikenal licin dan kita berhasil gerebek pelaku dan mengamankan barang bukti 5,45 gram sabu,”bilang Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, tersangka mengaku mendapat barang haram tersebut dari DN, warga Pasar 7 Tembung.

Lalu petugas melakukan pengembangan dengan memesan sabu kepada pelaku DN, namun DN tidak bisah dihubungi.

“Tersangka kita kenakan  pasal 114 subs pasal 112 dari UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,”jelas Kapolres.

 

(ML.hrp)