Pengelolaan Dana Desa Pekon Pagar Bukit Induk Diduga Bermasalah dan Tidak Transparan

0
815
Kantor Pekon Pagar Bukit Induk, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Dijual Rumah

Pesisir Barat, buktipers.com – Realisasi Dana Desa (DD) di Pekon Pagar Bukit Induk, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, diduga tidak transparan dan menuai banyak masalah.

Pasalnya, menurut beberapa masyarakat setempat, selain tidak adanya keterbukaan kepada masyarakat dalam pengelolaan DD, juga ada indikasi penyelewengan DD oleh Peratin Pekon Pagar Bukit Induk.

“Ya dugaan penyelewengan DD Pekon Pagar Bukit Induk ini kabarnya sudah dilaporkan ke Kejaksan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Jumat (5/6/2020) lalu, oleh beberapa masyarakat sini,” ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (11/6/2020), lalu.

Dugaan ketidak transparanan peratin dalam mengelola DD tersebut, diakui oleh Burdadi, selaku Kaur Perencanaan Pekon Pagar Bukit Induk. Menurut Burdadi, meskipun dia menjabat sebagai Kaur Perencanaan, namun dia tidak tau menau berapa anggaran untuk pembukaan badan jalan, dan berapa anggaran untuk yang lain-lainnya.

“Nah kalau berapa anggarannya saya tidak tau menau. Saya juga salah satu TPK, tapi saya tidak tau berapa anggarannya, RAB-nya juga saya tidak pernah melihat karena RAB-nya ada sama ketua,” jelas Burdadi, ketika ditemui wartawan, di kediamannya.

Parahnya, saat dikonfirmasi ke kediamannya, Suhairi, selaku Sekrataris Pekon/Desa (Sekdes) Pagar Bukit Induk mengatakan, bahwa selain dari tokoh-tokoh masyarakat dan  instansi-instansi terkait lainnya yang dianggap penting,  warga masyarakat lainnya, tidak harus tau mengenai urusan pengelolaan DD.

“Tidak transparan gimana lagi yang dimaksud masyarakat, ketika kita rapat, LHP dan semua aparat serta tokoh-tokoh penting masyarakat lainnya kita undang. Camat, Polisi dan pendamping juga kita undang semua. Ya nggak mungkin juga kalau semua masyarakat Pagar Bukit Induk ini  mau dikasih tau masalah DD ini,” cetusnya.

Anehnya lagi, Ramzi selaku Peratin, ketika dikonfirmasi wartawan, enggan memberikan tanggapannya.

“Tolong jangan diberita-beritakan, biarkan saja lah nggak usah diberitakan,” kata Ramzi, melalui telpon,  sambil berkali-kali berharap agar permasalahan DD Pekon Pagar Bukit Induk, tidak diberitakan wartawan.

(Andi)