Pengembangan Eco-eduwisata di KHDTK Aek Nauli Berbasis Ilmiah

0
299
KHDTK Aek Nauli juga sudah mendatangkan 4 ekor gajah yang kini kawasan areal dikenal sebagai Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC).
Dijual Rumah

Buktipers.com – Simalungun (Sumut)

Pengembangan wisata berbasis ilmiah akan semakin dikembangkan di KHDTK Aek Nauli, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pengembangan Eco-eduwisata yang berbasis ilmiah itu, bertujuan menarik wisatawan berkunjung ke Danau Toba, KHDTK Aek Nauli, juga sudah mulai berbenah dengan fasilitas wisata Anecc dan pelestarian rusa, pengembangan lebah madu, pelestarian bambu, dan pengolahahan sumber air bersih yang berasal dari perbukitan sekitar.

Namun status KHDTK Aek Nauli yang masaih status penunjukan, namun sudah mendapatkan legitimasi dari semua pihak, ini merupakan faktor pendukung program pengembangan wisata ilmiah tersebut. Untuk peningkatan status menjadi penetapan, juga sangat perlu dilakukan, agar  tidak ada konflik birokrasi di kemudian hari.

Untuk mempertahankan peningkatan kunjungan wisata ke Aek Nauli, diperlukan variasi atraksi wisata melalui peningkatan wisata partisipatif yang lebih menarik bagi semua elemen, agar wisata ilmiah itu bisa berkelanjutan.

KHDTK Aek Nauli juga sudah mendatangkan 4 ekor gajah yang kini kawasan areal dikenal sebagai Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC).

KHDTK Aek Nauli juga sudah mendatangkan 4 ekor gajah yang kini kawasan areal dikenal sebagai Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC).

Di samping untuk menjaga kelestarian gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) yang dilindungi, juga berfungsi untuk kegiatan penelitian, dan mendukung wisata, di Danau Toba.

Gajah Sumatera, merupakan salah satu satwa liar yang telah banyak mengalami penjinakan. Gajah jinak (captive) hasil penjinakan tersebut, kemudian mendapat pengasuhan dari “mahout”, yaitu orang yang bertugas untuk merawat, dan melatih gajah.

Pemanfaatan gajah jinak, di Indonesia, sejauh ini telah dilakukan untuk beberapa hal. Diantaranya untuk pendidikan, dan mitigasi konflik gajah dengan manusia. Selain itu, dapat bermanfaat untuk penelitian ekologi, kegiatan konservasi, dan ekowisata, seperti yang dilakukan di KHDTK Aek Nauli.

Selain gajah, ada juga peternakan lebah madu di KHDTK Aek Nauli

“Sebagai daerah tangkapan air (DTA), KHDTK Aek Nauli memiliki beragam jenis tumbuhan, dan satwa liar yang harus dilindungi dan harus kita jaga kelestariannya. Salah satunya dengan menentukan daur, dan siklus lokasi angon gajah di sini,”kata Parlindungan Simbolon.

Selain gajah, ada juga peternakan lebah madu di KHDTK Aek Nauli. Aam Hasanudin kepada buktipers.com, menjelaskan, untuk teknik ternak lebah yang ada selama ini telah disebarluaskan ke berbagai peternak lebah yang ada di berbagai kabupaten, di Sumatera Utara ini.

Aam juga mengatakan, dalam satu bulan, kawanan lebah akan mendatangi glodokak batang kelapa tersebut, lalu mencari makan, di sekitar lokasi. Maka dalam satu bulan, madu sudah bisa dipanen, kata Aan.

(Stg)