Beranda Politik Pengemudi Ojol Berdarah Batak Ini Sukses jadi Anggota DPRD Medan

Pengemudi Ojol Berdarah Batak Ini Sukses jadi Anggota DPRD Medan

245
0
Caleg PSI, Erwin Siahaan. Tribun Medan/Istimewa

Buktipers.com – Medan

Kesungguhan, mungkin menjadi satu kata yang pantas disematkan pada pria yang satu ini. Betapa tidak? Erwin Siahaan, seorang pengemudi ojek online ini, menjadi wakil rakyat Medan.

Pasca ditetapkanya Rekapitulasi Suara Tingkat Kota Medan, Erwin berhasil mendapatkan kursi DPRD Kota Medan dari Dapil Medan V, yaitu Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Tuntungan, Medan Sunggal dan Selayang.

Kepada Tribun/www.tribun/medan.com, warga Jalan Pintu Air Kota Medan ini menuturkan pengalamannya selama terjun ke kancah perpolitikan untuk pertama kali.

Erwin mengaku awalnya ia tak memiliki isi kocek yang cukup untuk membiayai kampanyenya. Baginya modal keberanianlah yang paling utama.

“Sejak Januari aku tak punya uang, bang. Aku hanya berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol) dan sudah lama resign dari pekerjaan lamaku,” katanya, Minggu (12/5/2019).

Namun menurut Erwin, sang ibundalah yang awalnya memberikan semangat. Pada suatu malam, sang ibunda membawakan makanan favoritnya sambil menanyakan tekadnya menjadi Caleg.

“Saat itu aku baru pulang narik, mamakku membawa ayam gulai kesukaanku. Ia mengatakan padaku, oh amang bila memang ini jalanmu menjadi caleg, percayalah Tuhan akan membantumu kemudian aku diberkatinya,” katanya.

Namun siapa sangka? Tak lama dari peristiwa magis itu, ibunda Erwin meninggal dunia.

“Beberapa hari setelah itu bang, ibuku meninggal. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di tanganku ketika kami berdua di dalam becak. Tiba-tiba dingin tubuhnya,” katanya.

Setelah peristiwa duka itu, Erwin mengatakan, ia bersama adik dan kakaknya mendapatkan dana dari asuransi sang ibunda.

“Kami mendapatkan uang asuransi dan kami bagi empat. Aku mendapatkan Rp 23 juta. Uang ini kugunakan sebagian untuk prosesi pemakaman mamakku, dan sisanya aku pakai untuk dana kampanye selama beberapa bulan ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, Erwin mengatakan ia juga menggunakan dana yang didapatkannya dari Jaminan Hari Tua (JHT) dari perusahaan tempat ia bekerja dahulu.

Erwin mengatakan, awalnya keluarganya tak setuju dengan keputusannya memakai uang tersebut untuk biaya kampanye. Ia kerap mendapatkan penolakan dan kata-kata sinis dari para saudaranya.

“Namun setelah kemenangan ini, saya kira para saudara saya mengerti tentang langkah yang saya lakukan,” tuturnya.

Pria berdarah batak itu, mengaku tak memiliki pola khusus dalam berkampanye. Hanya ia acapkali berkampanye sambil menjalankan aktivitasnya, sehari-hari sebagai pengemudi ojol.

Baca Juga!  Kejaksaan Terima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Pembunuhan Hakim PN Medan

“Aku sengaja berkeliling di dapilku mencari sewa, mengobrol,menyalami mereka dan membagi brosur serta kartu nama;” katanya.

Sepulang narik, menurut Erwin ia juga kerap datang ke tempat-tempat keramaian seperti kedai kopi, partangiangan (acara doa) dan juga pertemuan marga-marga batak.

Erwin menuturkan tak selamanya ia mendapatkan sambutan yang baik dari orang- orang. Pernah suatu hari, Erwin memberikan kartu nama kepada rekannya sesama pengemudi ojol.

“Kartu nama saya dirobek-robek, dia mengatakan yang bukan-bukan tentang partai saya dan Calon Presiden pilihan kami. Saya hanya bisa tersenyum,tanpa meladeninya,” katanya.

Tak sampai di situ, Erwin mengatakan ia pernah nekad untuk masuk ke dalam sebuah acara adat, walaupun ia tidak diundang dari si empunya acara.

“Ada acara marga, namun bukan acara margaku namun aku memberanikan diri saja. Aku masuk, meminta waktu untuk bersosialisasi. Ternyata mereka menerima dan salut dengan keberanianku,” katanya.

“Untuk generasi muda aku sering bertukar pikiran, sharing tentang hakikat politik, pembagian kekuasaan di dalam negara dan lainnya,” tambahnya.

Ia berharap langkahnya menjadi anggota parlemen, dapat membantah anggapan bahwa kursi wakil rakyat itu tidak hanya untuk orang berduit.

“Bila kita teguh dan berkomitmen. Yakinlah bahwa kesungguhan itu akan membuahkan hasil,” katanya.

Ke depan ia bertekad mengawal proyek infrastruktur pemerintah terutama di desanya. Ia menilai wilayah tempat tinggalnya sangat kontras dengan perumahan elit yang ada di sebelahnya.

“Jalanan kami sangat rusak saya banyak mendengar keluhan dari warga. Saya mau menggagas untuk perbaikan jalan ini,” katanya.

Erwin mengungkapkan, ia tak pernah berencana berhenti sebagai pengemudi ojol walau statusnya telah berubah menjadi Anggota DPRD nantinya.

“Saya hanya akan narik sepulang tugas, mendengarkan aspirasi dari para warga,” katanya.

Uniknya, pria yang mencalonkan dari Partai Solodaritas Indonesia (PSI) ini, ingin merayakan kemenangannya dengan memberikan tumpangan cuma-cuma alias gratis selama seminggu penuh.

Melihat Liku-liku Driver Online Jadi Calon Legislatif 2019

Momentum pemilihan calon Anggota Legislatif di tahun 2019 mendatang membuat sejumlah kalangan saling berkompetisi merebut suara rakyat. Akademisi, agamawan, pengusaha hingga pengemudi transportasi online ikut meramaikan bursa pemilihan wakil rakyat tersebut.

Erwin Siahaan misalnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) warga Jalan Pintu Air IV Kota Medan. Ia memberanikan diri terjun ke pentas pileg dengan keyakinan dan modal seadanya.

Baca Juga!  Diperiksa 10 Jam, Istri Wali Kota Medan Dicecar KPK soal Perjalanan Dinas ke Jepang

Menurutnya pribadi sang ayah sangat berperan besar dalam memantapkan hatinya untuk berpolitik.

“Saya ikut terjun ke politik terinspirasi dari ayah saya yang merupakan pengurus partai, saya juga sering berdiskusi politik dengan beliau,” katanya, Senin (27/8/2018).

Erwin mengatakan, profesinya sebagai pengemudi ojol sedikit banyak mempengaruhi pandangan masyarakat terkait kiprahnya menjadi caleg.

“Banyak yang under-estimate, menanyakan kembali komitmen saya nyaleg. Ada yang menanyakan punya modal berapa, padahal modal saya hanya keyakinan,” katanya.

Bahkan para rekannya sesama pengemudi ojol sempat mempertanyakan langkahnya menjadi caleg, ia awalnya menilai sahabat-sahabatnya itu tersebut menyepelekan dirinya.

“Mereka pertama sepele, buat apa jadi caleg. Tapi setelah saya yakinkan apalagi setelah keluar Daftar Calon Sementara (DCS) mereka mendukung bahkan menaruh harapan kepada saya agar dapat merubah nasib kami sesama pengemudi ojol,” katanya.

Baginya, walau hanya sekadar seorang pengemudi ojol, namun profesi tersebut tak menutup hak politik seorang warga negara.

“Saya memiliki hak memilih dan dipilih sebagai warga negara Indonesia. Satu hal yang diingat profesi saya ini telah saya lakukan selama setahun dan pastinya saya tahu apa aspirasi kawan kawan ojol lainnya ,” ungkapnya.

Rutinitas sebagai pengemudi ojol, kata Erwin tidaklah membatasinya bersosialisasi dengan masyarakat.

“Malah saya berencana membagikan kartu nama dengan para penumpang saya bila sudah masa kampanye nanti,” katanya.

Pemilik akun instagram @erwinsiahaanpsi ini menerangkan setiap hari ia bertolak dari rumah pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB dan mendapatkan paling tidak 25 penumpang per harinya.

“Terkadang di perjalanan saya berdiskusi dengan penumpang saya, membahas isu terkini kota Medan,” ungkapnya.

Menurut Erwin langkah taktisnya menjadi caleg semakin mantap melihat keadaan wilayahnya yang menurutnya tidak mengalami perubahan.

“Saya ingin mengabdi melalui peran saya sebagai wakil rakyat nanti dapat menyuarakan apa yang terjadi selama ini. Saya tidak takut melawan para pemain lama yang sudah terjun ke politik duluan,” katanya.

Bagi pria yang mencalonkan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari dapil 5 Kota Medan ini, kehadiran PSI merupakan fenomena politik yang jarang terjadi.

“PSI memberikan kesempatan bagi kami anak muda untuk membuktikan diri dan mengabdi untuk negeri,” katanya.

Baca Juga!  Momen Aparat Gabungan Sergap 5 Terduga Teroris di Garut

Terkait dana kampanye, Erwin mengaku tak menyiapkan pundi-pundi terlalu banyak. Ia berencana mengandalkan tabungan pribadi, kontribusi teman dan rekan-rekannya.

Hal senada juga disampaikan pengemudi online lainnya yang juga menjadi caleg, Lincoln Bellvicro Napitupulu. Menurut warga Jalan Sembada no. 13 ini, ia menjadi caleg karena panggilan nurani.

“Saya melihat banyak kejadian yang tidak beres di Sumatera Utara ini. Kaum muda perlu turun tangan,oleh karenanya saya memantapkan diri menjadi caleg,” katanya.

Lincoln mengaku banyak komentar sinis yang datang kepadanya tatkala dirinya memutuskan terjun menjadi seorang caleg.

“Ada yang menanyakan saya sudah punya uang berapa, namun saya katakan bahwa saya tidak akan melakukan money politics. Saya akan melakukan kontrak politik kepada masyarakat tanpa embel-embel apapun,”ucapnya.

Menurut Lincoln kesehariannya menjadi pengemudi transportasi online tak akan terpengaruh dengan langkahnya menjadi seorang caleg.

“Saya professional, ketika saya bekerja saya tidak akan kampanye. Saya akan menyisihkan satu atau dua hari dari hari kerja saya untuk dapat bersosialisasi di masyarakat,” ungkapnya.

Lincoln mengaku mendapatkan orderan hingga tujuh pesanan di daerah seantero Medan dan Deli Serdang per harinya. Namun saat mengantar sang penumpang, ia menolak mensosialisasikan dirinya sebagai seorang caleg.

“Saya sudah hampir setahun menjadi pengemudi transportasi online ini, dan saya tidak mau mencampur adukkan profesi saya dengan kegiatan politik saya,” katanya.

Pria yang terjun di Dapil Sumut 3 DPRD Provinsi Sumatera Utara ini yakin, masyarakat telah bijak memilih caleg yang memiliki integritas dan kapabilitas.

“Partai Solidaritas Indonesia (PSI) partai yang mengusung saya menetapkan tidak ada mahar serupiah pun. Saya yakin PSI menawarkan orang-orang terbaik untuk bangsa,” katanya.

Lincoln mengatakan pengalamannya bergabung di LSM Fajar Keadilan

Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera membuat dirinya sangat hafal realitas yang terjadi di masyarakat.

“Saya aktif mengawal masyarakat melalui Yayasan Peduli Pemukung Sejahtera terkait masyarakat kelas bawah yang mengalami keterbatasan biaya dalam perawatan kesehatan, mengurus administrasi kependudukan dan lainnya,” imbuhnya.

Pemilik akun twitter @LBellvicro ini berharap dengan langkahnya menjadi caleg membuat segenap pihak khususnya anak muda dan masyarakat kelas bawah untuk tidaak apatis dalam berpolitik.

“Keputusan politiklah yang menentukan masa depan kita,” pungkasnya.

Sumber : tribunnews.com

Loading...