Beranda Lintas Provinsi Pengerjaan Bangunan di Kampung Warga Indah Jaya Diduga Sarat Penyimpangan, Berikut Temuan...

Pengerjaan Bangunan di Kampung Warga Indah Jaya Diduga Sarat Penyimpangan, Berikut Temuan Wartawan

219
0
Pengerjaan bangunan pakai Dana Desa Tahun 2019, di Kampung Warga Indah Jaya yang diduga sarat penyimpangan.

Tulang Bawang, buktipers.com – Sejumlah pengerjaan pembangunan yang sumber anggarannya dari Dana Desa (DD) tahun 2019, di Kampung Warga Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, diduga sarat penyimpangan.

Hasil penelusuran dan informasi yang dihimpun beberapa awak media dari warga setempat, Rabu (29/1/2020) mengatakan, terdapat pengerjaan bangunan yang dinilai telah mengangkangi aturan.

Bahkan warga setempat juga mengatakan, pekerjaan tersebut diduga kuat terjadi mark up anggaran dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan.

“Rehabilitasi balai kampung yang setau saya, itu dianggarakan dengan anggaran tahun 2019. Tapi kok aneh, hingga tahun 2020, belum juga selesai dan terus dikerjakan. Semestinya itu harus dihentikan dulu untuk sementara dan sisa anggaran disilpakan dan dikerjakan lagi pada tahun anggaran 2020,”ucap narasumber, baru-baru ini.

Baca Juga!  Pasar Murah Pemkab Tulang Bawang Diserbu Warga Gedung Meneng

Lanjut warga yang berinisial HN (41) ini, terdapat jenis bangunan yang diduga tidak sesuai dan telah dimark up anggarannya.

“Pembuatan destinasi wisata joging track dengan volume panjang 176 meter dan lebar 2 meter menelan anggaran kurang lebih Rp. 124 juta, apakah sudah sesuai ? Jika dikalkulasikan maka satuan harga bangunan itu sangatlah fantastis dan tidak sesuai dengan semestinya,” imbuh warga.

Sumber menambahkan, selain itu masih ada lagi satu unit bangunan sumur bor yang juga tidak sesuai dan diduga telah dimark up anggarannya.

“Bangunan sumur bor satu unit plus MCK satu pintu dianggarkan Rp.34 juta, apakah ini juga sesuai ? Saya rasa ini sudah ada indikasi mark up guna mencari keuntungan lebih,” tambahnya.

Sementara, saat dikonfirmasi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kampung setempat, Gede Sujana mengatakan, terkait keterlambatan pengerjaan rehab balai kampong, disebabkan  keterlambatan pencairan Dana Desa tahap ketiga, yang mana katanya dana tersebut cair di bulan November 2019.

Baca Juga!  Ada 15 Desa Siluman, Wamendes: Program Dana Desa Jalan Terus

“Keterlambatan itu disebabkan karena cairnya di akhir bulan November 2019, lagi pula kami juga sudah dikasih info, bahkan dari tim kecamatan, inspektorat. Kami disuruh melanjutkan pengerjaan tidak di silpakan, hal itu disampaikan secara lisan. Jadi tidak ada masalah, sepanjang ada itikad baik untuk pekerjaan itu,” kata Gede Sujana, Sabtu lalu (25/1/2020).

Disinggung terkait dugaan mark up anggaran  joging track, Gede membantahnya dan menyebut pekerjaan itu sudah sesuai dengan semestinya.

“Menurut saya, ini sudah sesuai karena yang mengerab ini adalah Astek bukan saya. Untuk lebih jauhnya saya kurang tau. Sebab, yang kordinasi dengan astek pak lurah dan pak carik,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Banjar Agung, Fandi Ahmad mengatakan, pihak Kecamatan Banjar Agung tidak pernah menganjurkan hal sedemikian.

Baca Juga!  Sempat Jadi Pengamen Jalanan, Noviana Akhirnya Bergelar Sarjana

Menurutnya, pembangunan yang jelas dianggarakan tahun 2019 itu harus rampung, paling lambat di akhir Desember.

Jika tidak, maka sisa anggaran tersebut disilpakan dan dikerjakan kembali, pada anggaran tahun 2020, katanya.

“Ada-ada saja, kami tidak pernah menganjurkan hal seperti itu, mungkin itu hanya alibi mereka, kalau ada yang mengatakan seperti itu, silahkan temukan dengan saya dan apa bukti mereka,” tegas Camat Fandi.

Sementara, kepala kampung setempat, Gede Sume, tidak bisa dimintai keterangan. Beberapa kali disambangi, dia tidak pernah ditempat dan dihubungi via telpon tidak direspon.

 

(Tim)

Loading...